Breaking News:

Bupati Bandung Luncurkan Kartu Tani si Bedas Bisa untuk Bantuan Permodalan Hingga Asuransi Pertanian

Pemerintah Kabupaten Bandung luncurkan program kartu Sistem Bertani dengan Agro Solution atau Si Bedas dalam meningkatkan ekonomi sektor pertanian

Penulis: Cipta Permana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA
Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran (kiri) menyerahkan kartu tani Si Bedas secara simbolis kepada salah seorang petani di Gedung Oryza Sativa Kantor Pemkab Bandung, Kamis (22/7/2021). 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Bandung luncurkan program kartu Sistem Bertani dengan Agro Solution atau Si Bedas dalam upaya  meningkatkan geliat ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Bandung.

Hadirnya program tersebut, sekaligus merealisasikan salah satu janji kampanye  Dadang-Sahrul saat Pilkada Kabupaten Bandung tahun 2020, yaitu dengan meluncurkan tiga buah "Kartu Sakti" untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang meliputi, Kartu Tani, Kartu Guru Ngaji, dan Kartu Wirausaha.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan, program kartu tani Si Bedas ini merupakan salah satu solusi untuk bisa membangkitkan semangat para petani dalam rangka melaksanakan kegiatan pertanian. 

Logo kartu tani Si Bedas Kabupaten Bandung
Logo kartu tani Si Bedas Kabupaten Bandung (TRIBUNJABAR.ID/CIPTA PERMANA)

Selain dapat digunakan sebagai alat transaksi, layaknya ATM, kartu tani Si Bedas ini pun memiliki beberapa kelebihan lainnya yang saling terintegrasi, di antaranya program-program yang tengah dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, seperti bantuan permodalan, asuransi pertanian, dan asuransi ketenagakerjaan.

"Dengan memiliki Kartu tani Si Bedas ini, para petani kita akan mendapat berbagai bantuan dari pemerintah daerah, salah satunya bantuan permodalan yang nanti dimasukan dalam rekening di Kartu Si Bedas. Insyaallah dengan hadirnya program ini dapat lebih bermanfaat dan tujuan akhirnya adalah untuk mensejahterakan para petani se-Kabupaten Bandung," ujar Dadang di Gedung Oryza Sativa Kantor Pemkab Bandung, Kamis (22/7/2021).

Dadang menuturkan, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap jumlah petani di Kabupaten Bandung yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pendistribusian kartu tani Si Bedas tersebut.

"Saat ini dari hasil pendataan kita baru terkumpul sekitar 40 ribuan untuk mendapatkan kartu tani Si Bedas ini, Insyaallah semua by name by adress, sehingga bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani dapat tepat sasaran," ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran menambahkan, dengan memiliki Kartu tani Si Bedas ini, para petani bukan hanya akan memperoleh pupuk bersubsidi dan bibit untuk memulai usaha pertaniannya, melainkan juga mendapat fasilitas berupa program pelatihan di bidang teknis pertanian, tetapi juga pembiayaan, pengolahan hingga pemasaran hasil tani.

"Insya Allah akhir Juli ini, kita akan lakukan percobaan bagi para petani di komoditas porang dan jagung. Saat ini, kami baru luncurkan 42 ribu Kartu tani Si Bedas bagi para petani yang sudah tergabung dalam Poktan (kelompok tani) dan tertera di dalam rencana definitif kebutuhan kelompok," ujarnya di lokasi yang sama.

Tisna menjelaskan, secara teknis pemanfaatan, petani yang telah tergabung dalam kelompok tani akan membuat perencanaan terkait jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi selama satu tahun bagi wilayahnya.

Kemudian para anggota kelompok yang telah memiliki kartu tani Si Bedas, dapat menggunakan kartu tersebut untuk memperoleh pupuk bersubsidi.

"Tanpa dimilikinya kartu tani Si Bedas ini, dia  (petani) enggak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi yang sudah disiapkan oleh pemerintah," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved