Protes PPKM Darurat Diperpanjang, Pedagang Ponsel di Bandung: Mang Oded Enak Digaji

pengunjukrasa dari berbagai kelompok masyarakat tumpah ruah di depan Balaikota Bandung. Mereka menentang PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli

Konvoi driver ojek online di Jalan Wastukencana Bandung Rabu (21/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan pengunjukrasa dari berbagai kelompok masyarakat tumpah ruah di depan Kantor Balaikota Bandung. Mereka protes PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021 sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Massa pengunjuk rasa sempat rusuh dan sempat juga terdengar suara ledakan seperti petasan.

Seorang driver ojol Azka Galih mengutarakan bahwa PPKM darurat ini sangatlah berdampak pada penghasilannya apalagi ditambah ada penyekatan atau penutupan jalan.

"Kami sih berharap tak ada lagi PPKM darurat utamanya jangan ada penyekatan atau penutupan jalan," katanya, Rabu (21/7/2021) di Balaikota.

Baca juga: Rakyat dan Pemkab Indramayu Sinergi. Protes Menentang PPKM Darurat di Indramayu Tidak Rusuh

Dalam sehari, Azka mengaku pernah hanya mendapatkan Rp 32 ribu. Padahal, biasanya bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. Selain itu, ketika ada PPKM, katanya pengeluaran untuk bensin menjadi lebih besar.

"Semula bensin hanya Rp 20 ribu cukup. Tapi, ketika ada penutupan jalan sehari bisa Rp 35 ribu," katanya.

Hal senada diungkapkan perwakilan pedagang di BEC Purnawarman saat berorasi. Penutupan mal BEC berakibat pada pedagang yang ada di sekitar BEC hilang pendapatannya.

"Harusnya ketika pemerintah menetapkan suatu aturan harus diimbangi dengan solusi. Anak istri saya harus makan pak. Mang Oded enak digaji, enak tidur di kasur empuk, saya (pedagang) ingin sampaikan penolakan perpanjangan PPKM darurat dan segera buka lagi mal di Bandung," ujar dia,

Alasan PPKM Darurat Diperpanjang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM darurat, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkap alasan PPKM Darurat diperpanjang.

Menurutnya, kebijakan itu harus diambil karena tren kasus Covid-19 masih fluktuatif.

"(PPKM darurat) diperpanjang. Kenapa sampai tanggal 25? Karena memang kita usulkan, kita pelajari, semua kita dengarkan," ujar Luhut Binsar Pandjaitan dalam dialog yang ditayangkan Kompas TV, Selasa (20/7/2021) malam.

Kasus harian Covid-19 di Indonesia sempat mencapai angka tertinggi pada pekan lalu mencapai di atas 50 ribu. Selas (20/7/2021) menurun jadi sekira 38 ribu. Menurutnya, meski sempat menurun, namun grafiknya masih fluktuatif.

"Kalau kita lihat trennya, semua flattening. Tapi ini kan fluktuatif, tidak serta merta (menurun) Jadi kita sangat hati-hati melihat itu," kat dia.

Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, selama PPKm Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli, data kasus Covid-19 dan tingkat mobilitas masyarakat mulai tampak melandai. Namun, pemerintah perlu mempertimbangkan sejumlah hal sebelum melonggarkan PPKM darurat. 

"Di dunia ini, tidak ada kebijakan habis ditutup langsung dibuka. Pengalaman di India, di Malaysia dan lainnya itu setelah (pembatasan) dibuka, kasus naik lagi eksponensial. Kita tidak mau seperti itu, karena varian Delta ini tujuh kali lebih dahsyat penularannya dairpada varian Alpha," katanya.

Baca juga: PPKM Level 3, Aturan Kapasitas Penumpang Transportasi Umum di Bandung Barat Tetap Diberlakukan

Luhut mengatakan, pemerintah akan kembali mengevaluasi pelaksanaan PPKM darurat. Kemudian, hasil evaluasi akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada 25 Juli.

"Sekarang kan tanggal 20 Juli, nanti kalau berjalan baik, artinya kita masih menjalankan protokol kesehatan dan keterisian RS baik, tanggal 25 Juli akan kita laporkan kepada presiden," ujarnya.

Luhut memprediksi, kebijakan PPKM darurat akan berdampak pada penurunan status suatu daerah, dari level risiko penularan tinggi ke risiko penularan sedang hingga rendah.

"Kalau semua berjalan baik, nanti akan banyak daerah di Jawa dan Bali levelnya menurun dari level empat ke level tiga. Bahkan ada yang menurun hingga level dua," katanya.

Pernyataan Lengkap Jokowi soal PPKM darurat Diperpanjang

Bismillahirahmanirahim

Assalamualaikum warahmatulah wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita smeua
Om swastiastu
Namo budaya
Salam Kebajikan

Bapak ibu dan saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air

Penerapan PPKM Darurat yang dimulai dari 3 Juli 2021 adalah kebijakan yang tidak bisa dihindari yang harus diambil pemerintah meski sangat berat. Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19 dan mengurangi kebutuan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit. Sehingga, tidak membuat lumpuhnya rumah sakit karena over kapasitas pasien Covid-19 serta agar layanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan tidak terancam nyawanya.

Namun Alhamdulillah kita patut bersyukur setelah dilaksanakan PPKM darurat, dilihat dari data penambaha kasus dan kepenuhan bed rs alami penurunan.

Kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara masyarakat terdampak PPKM. Karena itu jika kasus tren alami penurunan, maka 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

Pasar tradisonal yg jual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkkan dibuka sampai puku 20.00 sampai kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Pasar tradisional yang selain menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pijul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen. Tentu saja dengan prokes ketat yg pengaturannya ditetapkan pemda.

PKL, toko kelontong, agen atau outlet ponsel, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis, diizinkan buka dengan protoko kesehatan ketat hingga pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur pemerintah daerah.

Warung makan, PKL lapak jajanan dan sejenisnya yg punya tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan maksimal 30 menit.

Sedangkan sektor esensial dan kritikal di pemerintah dan swasta serta terkait protokol terkait perjalanan akan dijelaskan terrpisah.

Saya minta kita semua bisa bekerja sama bahu membahu melaksanakan PPKM ini dengan harapan kasus segera turun dan tekanan ke rumah sakit juga menurun.

Untuk itu kita semua harus tingkatkan kedisiplinan dalam meningkatkan protokol kesehatan. Melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan beri pengobatan sedini mungkin pada yang terpapar.

Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncakanakan sejumlah 2 juta paket obat.

Lalu bagaimana bantuan untuk masyarakat terdampak, untuk meringankan beban masyarkat terdampak, pemerintah alokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp 55,21 triliun berupa bantuan tunai yaitu BST, BLT Desa, kemudian PKH, juga bantuan sembako, bantuan kuota internet dan subsidi listrik diteruskan.

Pemerintah juga berikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar 1,2 juta untuk sekitar 1 juta usaha mikro dan saya sudah memerintahkan para menteri terkait untuk segera menyalurhkan bansos tersebut pada warga masyarakat yang berhak.

Saya mengajak seluruh lapiran masyarakat seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19. Memang ini situasi berat tapi dengan usaha keras kita bersama Insya Allah kita bisa terbebas dari Covid-19. Dan kegiatan sosial eonomi masyarakat bisa kembali normal. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved