Minggu, 12 April 2026

Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia 20 Juli 38.325, Jabar Penyumbang Tertinggi

penambahan kasus baru positif Covid-19 Selasa (20/7/2021) sebanyak 38.325 kasus, dengan akumulasi kasus aktif sejak Maret 2020, 2.950.058 orang

freepik
Ilustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terjadi penambahan kasus Covid-19 per Selasa (20/7/2021) sebanyak 38.325 kasus, dengan akumulasi kasus aktif sejak Maret 2020 hingga saat ini berjumlah 2.950.058 orang.
Penambahan kasus Covid-19 ini lebih rendah dibanding pada Kamis (15/7/2021), dimana penambahan  kasus harian mencapai di atas 50 ribu. 
Pada penambahan kasus Covid-19 di Jabar pada Selasa (20/7/2021),  Provinsi Jabar menjadi penyumbang tertinggi di Indonesia dengan angka kasus positif paling banyak berjumlah 6.928 kasus. Kemudian, tempat kedua ada DKI Jakarta berjumlah 6.213 kasus, serta Jawa Timur total 5.654 kasus.
Berikut ini jumlah 38.325 kasus baru tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia, di antaranya:
1. Jawa Barat : 6.928 kasus
2. DKI Jakarta : 6.213 kasus
3. Jawa Timur : 5.654 kasus
4. Jawa Tengah : 3.423 kasus
5. Banten : 2.865 kasus
6. DI Yogyakarta : 1.872 kasus
7. Kalimantan Timur : 1.178 kasus
8. Sumatera Utara : 903 kasus
9. Bali : 880 kasus
10. Riau : 843 kasus
11. NTT : 731 kasus
12. Kep Riau : 710 kasus
13. Sumsel : 596 kasus
14. Sumbar : 524 kasus
15. Kalsel : 495 kasus
16. Sulsel : 491 kasus
17. Lampung : 419 kasus
18. Kalbar : 403 kasus
19. Kalteng : 348 kasus
20. NTB : 337 kasus
21. Papua Barat : 325 kasus
22. Sultra : 309 kasus
23. Kaltra : 286 kasus
24. Babel : 283 kasus
25. Papua : 260 kasus
26. Jambi : 222 kasus
27. Sulteng : 215 kasus
28. Sultra : 161 kasus
29. Sulbar : 132 kasus
30. Bengkulu : 101 kasus
31. Maluku Utara : 85 kasus
32. Maluku : 59 kasus
33. Aceh : 52 kasus
34. Gorontalo : 22 kasus.

Kenapa terjadi penambahan kasus?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, belum lama ini mengatakan, kenaikan angka kasus ini merupakan salah satu dampak dari usaha pemerintah menaikkan angka testing harian.

“Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya, positivity rate menurun dan ini sejalan dengan jumlah testing yang dilakukan.

Baca juga: Ingin Bepergian Naik Pesawat? Calon Penumpang Wajin Gunakan Aplikasi Pelindung Diri, Ini Alasannya

Jumlah orang yang dilakukan tes sudah sampai 182.000 orang.

Di sisi lain tentunya dilihat kasus sembuh sebanyak 19.000. Ini juga naik dibandingkan sehari sebelumnya,” ujar dr. Nadia.

Dokter Nadia juga menjelaskan, jika dilihat jumlah kasus yang ditemukan, hampir 3-4 kali lipat dibandingkan puncak kasus yang ditemukan pada Desember 2020 dan Januari 2021 lalu.

Artinya, saat ini jumlah testing memang ditingkatkan dan pada Desember 2020 dan Januari 2021 memang masih terbatas penggunaan seperti rapid antigen untuk diagnosis atau mendeteksi orang yang sakit.

Saat ini dengan kombinasi pemeriksaan menggunakan PCR dan rapid antigen, kita bertujuan agar dapat segera menemukan orang sakit supaya kemudian bisa dipisahkan dari orang yang sehat, sehingga tidak ada penularan lagi pada orang di sekitarnya,” ujarnya.

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra menilai wajar terjadi peningkatan angka positif seiring dengan dilakukannya peningkatan testing dan kapasitas testing memang harus terus ditingkatkan.

“Jadi sekarang kasus aktif kita berdasarkan data ada 480 ribu lebih dan kasus suspect-nya lebih dari 200 ribu.

Jadi kurang lebih ada 680 ribu yang jumlahnya probable to case sebenarnya.

Karena itu memang target kita untuk testing ini harus terus ditingkatkan dan bahkan sebenarnya idealnya 900 ribu-1 juta testing per hari.

Namun demikian memang setuju upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini sudah luar biasa. Ada perkembangan dan progress dari hari ke hari,” ujar dr. Hermawan.

Peningkatan angka testing ini akan menyebabkan temuan banyak kasus positif Covid-19, tetapi hal itu penting dan harus dilakukan

"Jangan khawatir jika didapatkan angka kenaikan yang tiap hari memecahkan rekor.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved