Breaking News:

Ada Anjuran Tetap di Rumah, Ibu-ibu Ciamis yang Hamil Meningkat, Ruang Bersalin RSUD Ciamis Ditutup

RSUD Ciamis mulai Minggu (18/7) menutup sementara layanan bersalin karena kapasitas perawatan sudah penuh oleh ibu-ibu bersalin

Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Suasana RSUD Ciamis setelah ada nakes positif Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMISRSUD Ciamis mulai Minggu (18/7) menutup sementara layanan bersalin karena kapasitas perawatan sudah penuh oleh ibu-ibu bersalin. Demikian juga dengan ruang NICU (neonatal intensive care unit).

“Sebanyak 10 bed di ruang perinatalogi sudah penuh. Makanya sejak kemarin layanan bersalin kami tutup sementara,” ujar Direktur RSUD Ciamis, dr H Rizali Sofiyan MM kepada Tribun Senin (19/7/2021).

Untuk sementara ibu-ibu yang akan bersalin terpaksa dialihkan ke rumah sakit yang lain. Atau tetap di puskesmas setempat dan tidak dirujuk ke rumah sakit.

Pada masa pandemi ini menurut dr Rizali ada kecenderungan meningkatnya jumlah ibu-ibu yang hamil.

Mungkin dengan adanya anjuran di rumah saja, atau kebijakan bekerja di rumah saja (WFH) katanya telah meningkatkan angka kehamilan.

Sangat jarang, RSUD Ciamis menutup layanan ruang bersalin (prenatalogi) lantaran ruang penuh, BOR-nya terisi penuh.

“BOR Wuhan masih penuh sesak”

Sejak diberlakukannya PPKM Darurat mulai Sabtu 3 Juli 2021 lalu sampai Selasa 20 Juli 2021, tingkat hunian ruang isolasi khusus RSUD Ciamis selalu terisi penuh , Bed occupancy rate (BOR)-nya masih sekitar 100%.

Meski kapasitas ruang Wuhan, sebutan lokal RSUD Ciamis untuk ruangan isolasi khusus pasien Covid-19,  sudah bertambah dari semula 55 bed menjadi 65 bed.

“Pada hari-hari tertentu, seperti kemarin (Minggu, 18/7) ruang isolasi dengan kapasitas untuk 65 pasien. Karena kondisi mendesak, diisi 75 orang. Itupun masih ada 4 orang yang masih antri, waiting list di IGD),” ujar dia.

Sepanjang Senin (19/7) sampai sore, menurut dr Rizali sudah ada 12 pasien waiting list ruang Wuhan yang antri dan transit di ruang IGD. Sehingg koridor, lorong ruang IGD kembali berfungsi jadi ruang layanan mendadak.

“Sampai sore ini masih ada 12 pasien yang transit di ruang IGD,” tambahnya.

Ditengah membludaknya pasien ruang Wuhan tersebut menurut dr Rizali, RSUD Ciamis mengalami krisis pasokan oksigen.

“Kebutuhan ideal itu 120 tabung perhari. Tapi yang terpenuhi hanya sekitar 80 tabung. Itupun sudah termasuk bantuan oksigen dari Pemprov Jabar, sementara produksi internal hanya 12 tabung, lebihnya pengadaan dari rekanan,” jelas dr Rizali.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved