Breaking News:

Jeritan Hati Ibu yang Anaknya Terpaksa Memilih Dipenjara Ketimbang Bayar Denda karena Tak Punya Uang

Devianti mengungkapkan perasaannya ketika tahu sang anak, Asep Lutpi, memilih dikurung penjara.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Devianti (47), ibu kandung Asep Lutpi Suparman (23). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ibu mana yang tega anak yang dilahirkannya harus masuk penjara.

Apalagi karena masalah ringan, yakni buka kafe yang melebihi batas waktu.

"Saya langsung syok begitu Asep bilang, lebih memilih dikurung daripada membayar denda," kata Devianti (47), ibu kandung Asep Lutpi Suparman (23), saat ditemui di depan Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Minggu (18/7/2021).

Asep adalah pemilik kafe Look Up di Jalan Riung Asih, Kecamatan Cihideung, yang divonis denda Rp 5 juta subsider kurungan selama tiga hari.

Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Agus Suparman (56) dan Devianti ini, ternyata memilih dikurung karena tidak punya uang untuk membayar denda.

Asep masuk lapas, Kamis (15/7/2021) dan setelah menjalani masa kurungan selama tiga hari, akhirnya menghirup udara bebas kembali, Minggu (18/7/2021).

Devianti mengungkapkan, saking syoknya mendengar putusan Asep memilih dipenjara, sampai sempat mengomel.

"Saya sampai ngomel dan minta kepada Asep, untuk memilih bayar denda saja. Biar uangnya orang tua yang tanggung," ujar Devianti.

Asep Lutpi Suparman (23) bersama ibu kandungnya, Devianti (47) setelah keluar dari Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Minggu (18/7/2021).
Asep Lutpi Suparman (23) bersama ibu kandungnya, Devianti (47) setelah keluar dari Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Minggu (18/7/2021). (TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN)

Namun ternyata Asep tak bergeming, dan malah bilang bahwa ia tidak ingin merepotkan dan menjadi beban orang tuanya.

"Saya sebenarnya bangga mendengar kata-kata Asep itu. Tapi bagaimana pun sebagai seorang ibu yang melahirkan, tetap saja tak tega Asep harus dikurung," kata Devianti.

Devianti akhirnya hanya bisa pasrah dan menangis, terlebih ternyata ayah dan adik Asep sudah memberikan dukungan atas keputusan Asep.

Asep pun dengan diantar sang ayah akhirnya memenuhi hukuman kurungan.

Mereka tiba di Lapas Kelas II B Tasikmalaya sekitar pukul 11.00, didampingi pihak Kejaksaan Negeri Tasikmalaya selaku eksekutor.

"Selama Asep dikurung saya selalu berdoa agar ia diberi kekuatan dan kesabaran. Alhamdulillah hari ini ia bisa berkumpul lagi bersama kami," ujar Devianti semringah.

Baca juga: Dikurung Tiga Hari karena Langgar PPKM Darurat, Pemilik Kafe di Tasik Cerita Pengalamannya di Lapas

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved