Persib Bandung

Ini Alasan Gelandang Persib Bandung Febri Hariyadi Menolak Latihan Mandiri di Luar Rumah

Gelandang Persib Bandung Febri Hariyadi mengaku punya kesan berbeda ketika melakukan latihan mandiri dalam waktu lama.

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Deni Denaswara
Gelandang Persib Bandung, Febri Hariyadi, punya kesan berbeda ketika melakukan kegiatan secara individu dalam waktu lama. 

Itulah kelebihan sosok pemain asli jebolan Diklat Persib yang kini bermain di skuad utama Persib Bandung, Febri Hariyadi.

Ia menempuh perjalanannya sebagai pesepak bola sejak masih kanak-kanak.

Mengawali pendidikan sepak bolanya di SSB UNI Bandung, Febri sudah menunjukan skill yang di atas rata-rata dari para pemain seumurannya.

Putra Sutrisno dan Iman Kuraesin ini sudah menempuh Diklat Persib Bandung U-21 sejak masih berumur 17 tahun.

Ia sudah berada di akademi Diklat Persib Bandung sejak tahun 2005 hingga 2015.

Kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar dan kerja kerasnya dalam melakukan latihan membuat Febri menjadi pemain yang sering merepotkan tim lawan.

Kecemerlangan ini ia perlihatkan ketika dipercaya oleh pelatih Djadjang Nurdjaman untuk mengisi skuad Maung Bandung dalam menghadapi perhelatan Piala Jenderal Sudirman 2015.

Pemain Persib Bandung Febri Hariyadi bersiap menendang bola saat beruji coba melawan Bandung United di Stadion GBLA, Sabtu (19/9/2020).
Pemain Persib Bandung Febri Hariyadi bersiap menendang bola saat beruji coba melawan Bandung United di Stadion GBLA, Sabtu (19/9/2020). (Persib.co.id)

Febri menjadi terkenal namanya ketika ia mampu membobol gawang Persela Lamongan pada 15 November 2015.

Ia dipercaya Djadjang Nurdjaman masuk starting line up dalam laga itu dan ia buktikan ketika pada menit ke-23 ia berhasil memaksimalkan tendangan pojok Dedi Kusnandar.

Persib Bandung akhirnya merekrut pemain dengan lari cepat ini selama empat tahun untuk membela Maung Bandung.

Ketika bermain untuk Persib Bandung di Piala Presiden 2017, Febri menunjukkan hasil yang impresif dan memikat hati bobotoh dan pencinta sepak bola di Indonesia.

Kegigihannya dalam menjalani Piala Presiden 2017 ini membawa Febri menjadi pemain muda terbaik selama perhelatan turnamen tersebut.

Namun, masa keemasannya bersama Persib Bandung mulai redup ketika ia bermain buruk pada Liga Indonesia 2018.

Bermain di 17 laga, Febri hanya mencetak satu gol.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved