MUI Jabar Imbau Manfaatkan Hari Tasyrik Saat Penyembelihan dan Pembagian Daging Kurban Idul Adha

Menjelang Idul Adha 1442 H atau 20 Juli 2021, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyarankan panitia kurban untuk memanfaatkan hari tasyrik.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
ILUSTRASI - Penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Karomat, Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (31/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang Idul Adha 1442 H atau 20 Juli 2021, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyarankan panitia kurban untuk memanfaatkan hari tasyrik.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Selain itu, kata dia, dalam pelaksanaannya panitia kurban bisa melakukan pemotongan hewan secara bertahap memaksimalkan hari tasyrik.

"Memaksimalkan hari tasyrik. Kan ada tiga hari. Misalnya, di satu tempat ada 10 sapi, jangan semuanya hari itu, kan masih ada besoknya," ujar Rafani Achyar saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: 30.000 Kalung Sehat Disebar ke Penjual Hewan Kurban, Masyarakat Disarankan Membeli Secara Online

Petugas saat memeriksa kesehatan hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Rabu (14/7/2021).
Petugas saat memeriksa kesehatan hewan kurban di Jalan Cimanuk Timur, Dayung Indramayu, Rabu (14/7/2021). (Tribun Jabar/Handhika Rahman)

Rafani pun meminta agar pemotongan hewan kurban dikerja samakan dengan rumah potong hewan, jika tidak pilihlah tempat yang luas agar tidak terjadi kerumunan.

"Disarankan bekerja sama dengan rumah pemotongan hewan. Kemudian kalau tidak dikerjasamakan, panitia menyiapkan tempat pemotongan sendiri," katanya.

Bagi daerah yang masuk zona hitam dan merah, kata dia, saat pemotongan hewan kurban tidak boleh ada yang menonton.

Pembagian daging pun, kata dia, harus dilakukan oleh panitia dengan mendatangi rumah-rumah penerima.

"Jagan ada yang menonton pemotongan. Membagikan dagingnya juga jangan seperti biasa, panitia yang bagikan ke rumah warga atau penerima," ucapnya.

Sementara terkait pelaksanaan salat Id, Rafani mengatakan masyarakat perlu melihat kondisi di daerahnya masing-masing. Apabila di daerahnya termasuk zona merah, disarankan untuk tidak menggelar salat berjamaah.

"Jadi kalau di zona merah jelas kami tidak merekomendasikan, tapi kan dalam satu wilayah itu tidak semuanya merah," katanya. 

Hewan Kurban Dijual Online

Selama penerapan PPKM Darurat, sejumlah penjual hewan kurban memilih memasarkan produknya secara daring atau daring. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved