Senin, 20 April 2026

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Garut Tolak Perpanjangan PPKM Darurat, Bagaimana dengan Daerah Lain?

Headline Tribun Jabar, hari ini, melaporkan terkait kemungkinan perpanjangan PPKM Darurat. Beragam pendapat bermunculan mengenai rencana tersebut.

Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Seorang warga yang melanggar prokes disidang secara virtual di Karawang. 

Headline Tribun Jabar, hari ini, melaporkan terkait kemungkinan perpanjangan PPKM Darurat. Beragam pendapat bermunculan mengenai rencana tersebut.

Berikut rangkuman pendapat sejumlah kepala daerah di Headline Tribun Jabar kali ini.

BANDUNG, TRIBUN - Reaksi beragam ditunjukan sejumlah kepala daerah di Jawa Barat menyusul rencana perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hingga enam pekan.

Tim penindakan penegakkan PPKM Darurat Kota Sukabumi mencatat ada 97 orang yang melanggar yang disanksi denda Perda Provinsi Jawa Barat No.5, Tahun 2021
Tim penindakan penegakkan PPKM Darurat Kota Sukabumi mencatat ada 97 orang yang melanggar yang disanksi denda Perda Provinsi Jawa Barat No.5, Tahun 2021 (Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah)

Sejumlah kepala daerah mengaku mendukung kebijakan itu sekalipun berat. Sebagian lagi mengaku akan menunggu satu pekan lagi sebelum memutuskan. Namun, ada pula yang langsung dengan tegas menolak, seperti Bupati Garut, Rudy Gunawan.

Rudy mengatakan, ketimbang harus menjalani kembali PPKM darurat, ia memilih untuk memaksimalkan pemberlakuan PPKM darurat yang jika tidak diperpanjang akan berakhir pada 20 Juli nanti.

"Seminggu lagi kita optimalkan [pelaksanaannya], supaya PPKM darurat ini dihentikan dari pusat," ujar Bupati dalam siaran persnya, Selasa (13/7).

Sejak PPKM darurat berlangsung pada 3 Juli lalu, kata Rudi, banyak perbaikan yang mereka rasakan. Selama PPKM darurat, zona merah di Garut berkurang empat kecamatan. Begitu pula zona merah di tingkat desa.

Selama PPKM darurat, kasus harian Covid-19 di Garut juga menurun. Penurunan juga terjadi pada angka kematian. Pada awal pemberlakuan PPKM darurat, jumlah kematian harian di Garut sempat mencapai 30 orang. Namun, per 12 Juli, angkanya turun menjadi enam orang. "Turun 80 persen," ujarnya.

Upaya memaksimalkan pelaksanaan PPKM darurat hingga 20 Juli juga dilontarkan
Wali Kota Bandung Oded M Danial, Rabu (14/7). Oded meminta masyarakat lebih disiplin sehingga angka persebaran Covid dapat lekas melandai.

"Dengan cara itu kita berharap PPKM darurat tidak diperpanjang," ujar Oded.

Namun, kata Oded, jika memang PPKM darurat harus diperpanjang karena angka penyebaran Covid masih tinggi, Pemkot Bandung tentu akan mendukung.
"Perpanjangan atau tidak ini sebuah pilihan. Pilihan yang semuanya tidak mengenakkan yang harus diterima," ujar Oded.

"Maka dari itu supaya tidak diperpanjang saya mengajak mari bersama sama disiplin biar semua merasa memiliki masalah bersama dan menyelesaikan bersana," ujar Oded.

Hal senada juga dikatakan Wakil Bupati Sumedang, Erwan Sumedang, saat ditemui di Cimanggung, kemarin.

"Secara pribadi, saya berharap PPKM darurat tak diperpanjang. Kasihan para pedagang sudah jenuh. Namun, masalah perpanjangan PPKM darurat itu kebijakan pemerintah pusat. Kita tentu akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat," kata Erwan

Dihubungi Tribun melalui telepon, kemarin, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengaku siap jika pemerintah pusat memperpanjang masa PPKM darurat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved