Breaking News:

Belajar Tatap Muka di Majalengka Ditunda, MPLS Pun Digelar Secara Daring, Ini Cara Melihat Materinya

MPLS di Majalengka akan digelar secara daring. Jika ingin melihat materinya, bisa dilihat di laman Kemendikbud.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar / Eki Yulianto
Suasana SD Negeri Girimukti 1 di Desa Girimukti, Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka. Foto diambil beberapa waktu lalu. Disdik sudah menetapkan menunda belajar secara tatap muka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, menerapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2021-2022 di tengah darurat penyebaran Covid-19 melalui sistem daring.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Majalengka, Adeng Zaenudin kebijakan MPLS daring tersebut sebagai tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat terkait perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga 20 Juli 2021.

Sejatinya di Majalengka wacana pembelajaran tatap muka secara langsung di bulan Juli mencuat pada bulan bulan-bulan lalu.

"Waktu bulan lalu, kami sudah mengeluarkan surat edaran bahwa KBM tatap muka resmi ditunda pada bulan ini, seiring kasus Covid-19 yang masih meningkat," ujar Adeng kepada Tribun, Kamis (15/7/2021).

Dengan demikian, katanya, pihak sekolah diharapkan dapat segera menginformasikan hal tersebut kepada orang tua.

Agar peserta didik tetap berada di rumah dalam pengawasan dan bimbingan orang tua.

"Selain itu, sekolah harus segera menyiapkan materi MPLS yang dikemas dalam bentuk digital melalui media elektronik," ucapnya.

Sebagai acuan awal, baik pihak sekolah maupun orang tua bisa mengunduh materi MPLS di website Kemendikbud.

Di situ, panduan terkait MPLS telah tertera.

Namun, pada akhirnya setiap sekolah akan menyesuaikan materi panduan tersebut dengan situasi sekolah.

"Unduh saja ada dari Kemendikbud sebagai panduan dan akhirnya sekolah menyesuaikan dengan situasi sekolah," ujarnya.

Adeng menambahkan, kebijakan MPLS dan pembelajaran daring tersebut atas pertimbangan bahwa Kabupaten Majalengka termasuk wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan angka positif rate dengan kriteria level 5.

"Dengan demikian kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, akademi dan pusat-pusat pelatihan dilakukan secara daring atau online," ujar dia.

Baca juga: Setelah Rumah Sakit, Pemprov Jabar Upayakan Oksigen untuk Pasien Isoman, Akan Pinjamkan 1.500 Tabung

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved