Kamis, 11 Juni 2026

Angka Keterisian Rumah Sakit di Jawa Barat Mulai Turun, Pasien Bergelaja Ringan Isolasi Mandiri

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan strategi tersebut antara lain menahan pasien Covid-19 bergejala ringan agar tidak dirawat di rumah sakit

Tayang:
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Ilustrasi rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Demi menekan tingkat keterisian kamar rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR), Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memperkuat strategi isolasi mandiri baik di rumah maupun pusat isolasi desa/kelurahan.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan strategi tersebut antara lain menahan pasien Covid-19 bergejala ringan agar tidak dirawat di rumah sakit.

Bersama pasien Covid-19 tanpa gejala, mereka diharuskan melakukan isolasi mandiri di rumah dan di pusat isolasi yang ada di setiap desa/ kelurahan.

"Menahan warga agar tidak ke rumah sakit ini butuh edukasi karena hasil kajian kami banyak dari mereka yang gejala ringan, itu harusnya isolasi mandiri di rumah," katanya di Gedung Pakuan Bandung, Senin (12/7/2021).

Kang Emil, sapaan akrabnya, menuturkan warga yang isolasi mandiri tidak perlu khawatir karena akan dikirimkan obat-obatan secara gratis. Mereka juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui telekonsultasi di Pikobar.

Baca juga: Awal Bulan Ini, 70 Perawat di Kota Sukabumi Positif Covid-19, PPNI: Ini Ada Apa?

"Obat-obatan akan dikirimkan tinggal daftar di Pikobar, kalau kesulitan petugas di desa akan membantunya," ujar Ridwan Kamil.

Untuk menjamin ketersediaan obat tersebut, Pemprov Jabar bahkan sudah menjalin kesepakatan dengan 10 perusahaan farmasi sehingga pasien yang isolasi mandiri dapat tertangani.

"Kami sudah kontrak dengan 10 perusahaan farmasi untuk ketersediaan obat bagi yang isoman," kata Kang Emil.

Anggaran untuk obat-obatan dan penanganan lainnya bagi pasien isolasi mandiri ini sudah tersedia, yakni Rp 140 miliar yang berasal dari 11 proyek infrastuktur yang dihentikan sementara.

Kang Emil melanjutkan, ada sekitar 10.000 tempat tidur yang telah disediakan di pusat isolasi di desa/ kelurahan se-Jabar. Pemda Provinsi Jabar juga bekerja sama dengan sejumlah hotel yang diubah jadi pusat penyembuhan.

"Artinya pasien yang akan sembuh di rumah sakit kami pindahkan ke hotel yang kini jadi pusat penyembuhan," ucap Ridwan Kamil.

Baca juga: Gerakan Sedekah Oksigen, Keluarga Pasien Covid-19 Bisa Kontak Call Center IZI Jabar

Kang Emil melanjutkan, bagi pasien isolasi mandiri yang membutuhkan oksigen, mulai minggu depan akan disiapkan subsidi lewat posko oksigen yang akan didirikan.

"Untuk pasien isoman minggu depan sudah disiapkan subsidi oksigen, kami akan dirikan posko oksigen," ujarnya.

Pemprov Jabar juga proaktif mencari orang yang sakit oleh relawan di setiap RT.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved