Breaking News:

Dukung Pengembangan Pariwisata, STP NHI Bandung Bantu Empat Desa Wisata di Pulau Jawa

Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung mengadakan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di 4 desa wisata di Pulau Jawa

Editor: Siti Fatimah
dok. STP NHI
Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung mengadakan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di 4 desa wisata. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka melaksanakan Dua Dharma Perguruan Tinggi yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat, maka pada semester pertama tahun 2021 ini, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung mengadakan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang dimulai dari bulan April dengan pengumpulan proposal dan akan berakhir di bulan Juli dengan pengumpulan artikel jurnal. 

Kegiatan P2M dilaksanakan di empat desa wisata di Pulau Jawa

Keempat desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Ngargoretno di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah; Desa Wisata Pandanrejo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah; Desa Wisata Pagerharjo di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta; dan Desa Wisata Neglasari di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Baca juga: DPRD Jabar Minta Pemprov Sosialisasikan Fitur Obat dan Multivitamin Gratis Sampai ke Tingkat Desa

Pemilihan keempat desa wisata tersebut sudah berkoordinasi dengan Badan Otorita Borobudur (BOB) dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat.

Keempat desa wisata tersebut mempunyai tiga klasifikasi desa wisata yang berbeda berdasarkan klasifikasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dalam Buku Pedoman Desa Wisata, Kemenpar, Edisi I September  2019.

Desa Wisata Neglasari, Kab.Garut masuk dalam klasifikasi desa wisata rintisan, Desa Wisata Pagerharjo, Kab.Kulonprogo masuk dalam klasifikasi desa wisata berkembang; Desa Wisata Pandanrejo, Kab.Purworejo dan Desa Wisata Ngargoretno, Kab.Magelang masuk dalam klasifikasi desa wisata maju.  

Baca juga: Petani di Desa Cikadu Kuningan Ditemukan Meninggal di Sebuah Saung

Pemilihan desa wisata di sekitar BOB menyesuaikan dengan kebijakan BOB yang mengembangkan pola perjalanan wisata (travel pattern) yang menghubungkan Magelang, Purworejo, dan Kulon Progo. 

Travel Pattern ini disebut dengan istilah Gelang Projo yang merupakan singkatan dari Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo. 

Sementara itu untuk Desa Wisata Neglasari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut dipilih karena merupakan salah satu desa wisata yang direkomendasikan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat. 

Setelah tim STP NHI Bandung melakukan survey ke desa wisata tersebut pada akhir Maret 2021, diambil kesimpulan bahwa Desa Wisata Neglasari mempunyai potensi wisata yang belum banyak dikembangkan sehingga cocok menjadi salah satu lokasi penelitian.

Baca juga: Warga Ciherang Kuningan Terlibat Kecelakaan Maut di Surabaya, Begini Penjelasan Kepala Desa

Sebanyak 122 dosen dalam 27 kelompok telah mengumpulkan proposal P2M. Sebagian besar dosen sudah melaksanakan penelitian dan sebagian kecil dosen sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dalam semester I di Tahun 2021 ini. 

Beberapa contoh judul P2M para dosen tersebut antara lain, Peningkatan Kompetensi Pekerja Pariwisata di Desa Wisata Pagerharjo, Kabupaten Kulonprogo, DIY; Pengembangan akfivitas Wisata Sungai Cilimbung dalam mendukung Desa Wisata Neglasari, Kabupaten Garut; Peningkatan Standardisasi Homestay di Kawasan Desa Wisata Ngargoretno Kab,Magelang; dan Upaya Mengembangkan Potensi Desa dan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Studi pada Desa Wisata Pandanrejo Kec.Kaligesing, Kab.Purworejo, Jawa Tengah.

Diharapkan dosen-dosen yang turun ke desa-desa wisata tersebut benar-benar memberikan kontribusi yang nyata dan signifikan sehingga dampak positif pengembangan pariwisata di desa-desa wisata tersebut dapat terasa oleh masyarakat setempat

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved