DPRD Jabar Minta Pemprov Sosialisasikan Fitur Obat dan Multivitamin Gratis Sampai ke Tingkat Desa
Fitur layanan Isolasi Mandiri pada aplikasi Pikobar digagas sebagai solusi bagi masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fitur layanan Isolasi Mandiri pada aplikasi Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) digagas sebagai solusi bagi masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri.
Melalui fitur tersebut, pasien yang tengah melakukan isolasi dapat melakukan konsultasi dokter secara online serta mendapatkan paket obat dan multivitamin secara gratis.
"Saya kira ini adalah langkah yang sangat baik karena banyak masyarakat saat isoman di rumah kesulitan mendapatkan obat maupun vitamin karena khawatir ketika mereka keluar rumah mereka menularkan atau malu karena stigma negatif dari masyarakat," ucap anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar III Tobias Ginanjar Sayidina melalui siaran digital, Senin (12/7/2021).
Namun belum meratanya sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di daerah pedesaan, menjadikan program tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Berdasarkan hasil pemantauan, masih banyak sekali terutama di desa-desa yang masih belum mengetahui program ini. Ini tugas Pemprov Jabar juga untuk menyosialisasikan secara lebih luas lagi agar masyarakat yang belum tahu menjadi tahu dan bisa mengakses dengan mudah obat serta vitamin gratis yang disediakan oleh Pemprov Jabar," ujarnya.
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra Persatuan tersebut meminta Pemprov Jabar gencar melakukan sosialisasi di semua tingkat pemerintahan termasuk kepada para aparatur pemerintahan desa.
Menurutnya, bukan hanya kepada masyarakat, tentunya Pemprov harus melakukan sosialisasi terhadap aparatur-aparatur pemerintahan desa.
"Karena tidak sedikit masyarakat di desa itu belum paham bagaimana mengakses aplikasi dan sebagainya. Sehingga ketika Pemprov menyosialisasikan di tingkat desa, aparatur desa bisa lebih aktif untuk membantu masyarakat yang sedang melakukan isoman di desanya mengakses aplikasi Pikobar dengan difasilitasi oleh pemerintah desa," katanya. (*)