Breaking News:

Anggota DPRD Lakukan Penyekapan

Ini Kronologi Anggota DPRD Sumedang Diduga Sekap & Aniaya Anak di Bawah Umur, Berawal dari Senggolan

Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Anggota DPRD dan Oknum Kades tersebut berawal dari kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
shutterstock
Ilustrasi penganiayaan. Seorang anggota DPRD Sumedang dilaporkan menyekap dan menganiaya anak di bawah umur. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Seorang anak di bawah umur berinisial A menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Sumedang berinisial RM dan Kepala Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado, berinisial SU.

Aksi kekerasan tersebut terjadi di Kantor Desa Cilengkrang pada Jumat (9/7/2021) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunJabar.id, kasus penyekapan dan penganiayaan tersebut berawal dari kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Gadis ABG di Tangsel Disekap untuk Dijual ke Pria Hidung Belang, Begini Kronologinya

Deni Ramdeni (52), warga Dusun Cikiray, Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Sumedang sekaligus appaman korban mengatakan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi setelah kecelakaan lalu lintas antara mobil yang dikemudikan korban dengan mobil milik Anggota DPRD Sumedang di ruas jalan Garut-Sumedang, tepatnya di kawasan prrusahaan penggemukan sapi PT Citra Agro Buana Semesta (CABS) di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.

"Keponakan saya itu baru pulang dari Pesantren di Tasikmalaya, dan di lokasi kejadian mobilnya bersenggolan dengan mobil milik Anggota DPRD tersebut sekira pukul 20.00 WIB. Namun karena di lokasi kejadian gelap, keponakan saya memarkirkan mobilnya ke tempat yang terang. Anak saya bukan mau kabur, tapi nyari tempat yang terang," kata Deni saat dihubungi TribunJabar.id melalui sambungan seluler, Sabtu (10/7/2021) malam.

Setelah itu, lanjut Deni, tak lama mobil terparkir di tempat terang, didatangi oleh sejumlah orang yang keluar dari dua unit mobil.

"Anak saya bersama tiga temannya langsung diseret ke Kantor Kepala Desa lalu dianiaya dan disekap," tuturnya.

Baca juga: Berangkat Vaksinasi Covid-19, Kakek di Jaktim Dianiaya Driver Ojol, Istri Korban Teriak Histeris

Deni menambahkan, pihaknya mengetahui peristiwa tersebut setelah anaknya menghubunginya melalui sambungan telepon.

"Pas anak saya menelepon, anak saya menangis dan menceritakan kejadian tersebut, bahkan anak saya mengaku ditekan oleh kepala desa dan Anggota DPRD tersebut untuk mengakui kesalahannya (tabrak lari)," ucapnya.

Setelah itu, lanjutnya, ia bersama orang tua korban, dan seorang Anggota Polisi langsung menuju ke kantor desa tersebut untuk memastikan kejadian tersebut.

"Setiba di kantor desa, saya menanyakan siapa yang telah menganiaya anak saya kepada sekelompok orang, dan kepala desa dan Anggota DPRD tersebut mengakui telah menganiaya anak saya bersama ketiga temannya. Kami pun cekcok di sana (kantor desa)," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, tambah Deni, keponakannya mengalami luka di bagian leher diduga akibat dicekik, dan mengalami luka memar pada bagian mata.

"Kami langsung membawa anak saya dan ketiga temannya ke Puskesmas Malangbong untuk divisum, dan langsung melaporkannya ke Polres Sumedang," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved