Tiga Pabrik di Majalengka Langgar PPKM Darurat, Ketahuan Pekerjakan Karyawan Lebih dari 50 Persen

Sebanyak tiga perusahaan atau pabrik di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ketahuan melanggar di hari ketiga penindakan PPKM Darurat

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Siti Fatimah
Sebanyak tiga perusahaan atau pabrik di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ketahuan melanggar di hari ketiga penindakan PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021). 

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Sebanyak tiga perusahaan atau pabrik di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka ketahuan melanggar di hari ketiga penindakan PPKM Darurat, Kamis (8/7/2021).

Ketiga pabrik itu, yakni PT SWIFT ILSIN OTS INDO di  Desa Sukaraja Wetan, PT Diamond Internasional Indonesia di Desa Andir dan PT Harapan Global Apparel di Desa Sukaraja Wetan.

Ketiganya diketahui masih tidak menyediakan alat prokes dan tidak menjaga jarak.

Baca juga: Tak Pakai Masker Saat PPKM Darurat, Seorang Petani Protes; Cuma Mau Ke Sawah, Masa Mau Didenda

Selain itu, perusahaan tersebut mempekerjakan karyawannya lebih dari 50 persen.

Kabag Ops Polres Majalengka, Kompol Firman Taufik didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, seperti diketahui bahwa pabrik esensial dan kritikal hanya diperbolehkan mempekerjakan karyawannya maksimal 50 persen.

Namun, saat disidak siang tadi, perusahaan tidak melakukan pembatasan yang mana rata-rata masih di atas 50 persen pekerja.

"Kenyataanya kami temukan perusahaan Industri tak melakukan pembatasan rata-rata di atas 50% pekerja," ujar Taufik, Kamis (8/7/2021).

Pengecekan ini dilakukan, jelas dia, untuk memastikan telah berjalannya peraturan dan kesadaran masyarakat dalam situasi PPKM Mikro Darurat di wilayah Hukum Polres Majalengka.

Yang tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Kami terus melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap pelaku usaha, pabrik, dan perkantoran yang masuk kriteria esensial, non-esensial maupun kritikal bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda)," ucapnya.

Sementara, para perusahaan yang melanggar langsung diberikan sanksi tegas berupa sanksi Tipiring sidang ditempat.

Hal itu ketentuan dalam Inmendagri nomor 15 tahun 2021.

Baca juga: Demi Produksi, Perusahaan di Kabupaten Karawang Ini Langgar PPKM Darurat, Karyawan Full Bekerja

"Masing-masing pemilik pelaku usaha Industri dikenakan sanksi tipiring dikenakan Pasal 21 i ayat 2 Perda Provinsi Jabar No 5 tahun 2021 dengan Vonis denda sebesar Rp 5 juta," jelas dia.

Selain penindakan hukum, Taufik menambahkan, Personel Polres Majalengka juga memberikan imbauan dengan persuasif dan humanis namun tetap tegas dan terukur.

Pihaknya komitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya.

Salah satunya pengecekan ke sejumlah perusahaan Industri.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved