Breaking News:

Demi Produksi, Perusahaan di Kabupaten Karawang Ini Langgar PPKM Darurat, Karyawan Full Bekerja

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang menemukan perusahaan yang melakukan pelanggaran PPKM Darurat.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Siti Fatimah
dok satgas Covid-19 Karawang
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang menemukan perusahaan yang melakukan pelanggaran PPKM Darurat. 

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG-  Lagi-lagi, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang menemukan perusahaan yang melakukan pelanggaran PPKM Darurat.

Kali ini perusahaan manufaktur ternama, di kawasan industri Karawang Industri Mitra (KIM) Karawang terang-terangan tetap mempekerjakan karyawannya dalam satu shift sehingga seluruh karyawannya masuk kerja dengan alasan mengejar produksi.

Pelanggaran ini terungkap saat tim Satgas Covid-19 Karawang yang dipimpin Bupati Karawang Cellica Nurachadiana bersama Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hario Wibowo, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama, Kajari Rohayatie melakukan sidak ke kawasan industri, Kamis (8/7/21). Mereka menemukan ribuan karyawan kedapatan masih bekerja di bagian produksi.

Baca juga: Sama Seperti Tukang Bubur, Pemilik Kafe di Tasik Juga Didenda Rp 5 Juta karena Langgar PPKM Darurat

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Karawang yang juga Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf Medi Hario Wibowo mengatakan, hal tersebut jelas melanggar aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang tercantum dalam Instruksi Mendagri No. 18/2021, Perda Jabar Nomor 5/2021 dan Surat Edaran Bupati Karawang, yaitu ketentuan industri essential, bagian produksi 50 persen dan bagian staf / perkantoran 10 persen.

Ia menjelaskan, temuan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan kalau perusahaan tersebut beroperasi dengan karyawan full.

"Setelah dilakukan sidak, ternyata informasi tersebut benar. Ini jelas melanggar Instruksi Mendagri, maupun SE Bupati," kata Medi.

Baca juga: Pabrik Rambut Palsu di Garut Ketahuan Langgar PPKM Darurat, Pekerjakan Karyawan 100 Persen

Selain itu, dikatakan Medi, Satgas juga menyayangkan dengan perusahaan yang dinilai belum memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19 seperti di lokasi makan atau kantin sehingga rawan menimbulkan kerumunan.

"Mereka juga belum mempunyai struktur Satgas penanganan Covid 19 perusahaan sesuai Surat Edaran, namun hanya memfungsikan bagian staf fungsional perusahaan untuk penanganan Covid 19," katanya.

Sementara Perwakilan perusahaan yang menjabat HRD, Gilang, mengklaim selama ini pihaknya sudah melakukan alur penanganan pencegahan covid dengan baik dan maksimal.

Jika ditemukan ada karyawan yang bergejala, pihaknya langsung melakukan tindakan kepada karyawan untuk di antigen.

Baca juga: PPKM Darurat, Pemain Persib Bandung Latihan Mandiri, Gian Zola Kirim Video Latiahn

"Jika hasilnya negatif, karyawan akan kita istirahatkan selama lima hari. Setelah itu kembali dilakukan tes antigen. Jika positif langsung diarahkan untuk isolasi. Selama isolasi, perusahaan membantu memberikan pelayanan maksimal seperti memberikan vitamin dan kebutuhan lainnya," kata Gilang.

Menurut Gilang, apabila ada karyawan bergejala berat dan hasilnya positif, maka langsung diisolasi dan tidak masuk kerja selama 14 hari (isolasi) serta dilakukan tracing.

Bagi karyawan yang isolasi tersebut, perusahaan tetap membayar gaji penuh layaknya karyawan tersebut masuk kerja.

"Sampai saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif di perusahaan kami ada 536 orang, yang melakukan isolasi mandiri di rumah, di hotel dan adapula dirawat di Rumah Sakit," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved