Kamis, 16 April 2026

Tiga RS Pemerintah di KBB Krisis Oksigen, Pasien Covid-19 Gejala Sesak Nafas Terancam

Tiga rumah sakit umum di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai krisis tabung oksigen untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala gangguan pernapasan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Hilman Kamaludin
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang saat meninjau generator oksigen di RSUD Cikalongwetan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tiga rumah sakit umum di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai krisis tabung oksigen untuk menangani pasien Covid-19 dengan gejala sesak nafas.

Dinas Kesehatan KBB masih cari solusi atasi krisis kelangkaan oksigen di tiga RSUD. Yakni RSUD Cikalongwetan, Cililin dan Lembang karena dari 100 tabung oksigen kebutuhan per hari, saat ini distributor hanya bisa memenuhi sebanyak 10 tabung untuk tiap RSUD. 

Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang, mengatakan, untuk mengatasi hal itu pihaknya mencoba memaksimalkan fungsi alat pembangkit atau generator oksigen di RSUD Cikalongwetan. 

Baca juga: Pemerintah Impor Oksigen, Kasus Covid-19 Sudah Kritis, RS Penuh Oksigen Medis Langka

"Dengan alat itu, rumah sakit tak akan terlalu mengandalkan pasukan dari distributor, karena bisa menghasilkan minimal 80 tabung per hari," ujarnya di RSUD Cikalongwetan, Selasa (5/7/2021).

Menurutnya, jika alat tersebut berfungsi normal, dalam satu kali jalan bisa mengisi 38-40 tabung dalam waktu 8 jam dengan waktu istirahat sekitar 4 jam dalam satu hari.

"Jadi dalam satu hari, bisa naik dua kali. Artinya kurang lebih dalam 1 hari bisa menghasilkan 80 tabung," kata Eisen.

Ia mengatakan, generator oksigen di RSUD Cikalongwetan ini semula hanya dipakai untuk kebutuhan di rumah sakit itu. Namun, dengan kondisi krisis oksigen seperti sekarang, Dinkes KBB akan mendorong supaya bisa membantu pasokan untuk RSUD Cililin dan Lembang. 

"Setelah jalan sebenarnya ini untuk RSUD Cikalong wetan dulu. Tapi dalam perjalanannya nanti akan membantu RSUD Cililin dan Lembang. Hari ini siang datang teknisi, mudah-mudahan besok optimal dijalankan," ucapnya.

Eisen menjelaskan, cara kerja generator oksigen ini yakni menyerap oksigen bebas, memproses, dan menyimpannya ke dalam tabung dengan bantuan energi listrik dan sebelum digunakan pasien, alat ini juga akan mengukur keamanan dan kelayakan oksigen. 

Baca juga: Pasien Bertambah, Pengelola RS Swasta di Purwakarta Belanja Oksigen ke Pabrik Oksigen di Subang

Hanya saja, kata Eisen, kondisi generator oksigen di RSUD Cikalongwetan ini masih perlu perbaikan dan pihaknya berharap alat itu bisa mulai dioperasikan secepatnya.

"Sudah satu minggu kita perbaiki, sekarang tinggal ganti oli dan pergantian filter olinya. Nanti akan dicoba lagi, apakah bisa maksimal, Karena oksigen yang dihasilkan harus memenuhi kriteria yaitu konsentrasi oksigen dan lama pengisiannya," ujar Eisenhower.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved