Breaking News:

Lima Orang Positif Covid-19 di Panumbangan Ciamis Meninggal Dunia dalam Lima Hari Terakhir

Seorang warga Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, meninggal saat berobat di rumah sakit di Kota Tasikmalaya, Minggu (4/7/2021).

Penulis: Andri M Dani | Editor: Giri
Kompas
Ilustrasi Mayat - Seorang warga Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, meninggal saat berobat di rumah sakit di Kota Tasikmalaya, Minggu (4/7/2021). 

Menurut Nanang, pasien tersebut laki-laki usia 42 tahun yang baru dua jam berada di puskesmas. Dia dibawa keluarganya untuk berobat ke puskesmas karena kondisinya memburuk setelah lima hari menjalani isolasi mandiri di rumah.

Masih hari Rabu (30/6) itu, sekitar pukul 09.00, seorang ibu-ibu usia sekitar 58 tahun meninggal di rumahnya di Dusun Ancol  Desa Payungsari saat menjalani isolasi mandiri.

Kamis (1/7) sekitar  pukul 01.00, seorang warga Desa Sindangbarang, laki-laki yang sehari-hari bekerja di Cirebon meninggal dunia di rumahnya di Sindangbarang saat menjalani isolasi mandiri.

Pada hari Kamis (1/7) sekitar pukul 03.00, seorang laki-laki warga Desa Golat yang menjadi tukang kredit di Kuningan meninggal dunia dalam perawatan  di RS TMC Tasikmalaya.  

Terakhir Miinggu (4/7) sekitar pukul 10.30 seorang warga Desa Sindangherang, laki-laki usia sekitar 41 tahun meninggal dunia saat berobat di sebuah rumah sakit di Kota Tasikmalaya.

“Dalam lima hari terakhir ada lima orang pasien kasus Covid-19 di Panumbangan yang meninggal dunia,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, layanan Puskesmas Payungsari tutup sementara sejak Jumat (2/7) sampai Selasa (6/7) karena ada sembilan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka menjalani isolasi mandiri, termasuk kepala puskesmasnya dan seorang dokter.

Sedangkan di Puskesmas Panumbangan, layanannya tidak bisa optimal lantaran ada tujuh nakes sedang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk memantau warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19, menurut Nanang, juga menjadi bagian pemantauan oleh Satgas Covid-19 tiap desa.

Sedangkan UPK Panumbangan memberi bantuan paket sembako senilai Rp 300 ribu bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Paket sembako tersebut berupa beras, telur, susu, mi instan, minyak goreng, kecap, dan vitamin. Jatah untuk 10 hari. (andri m dani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved