PPKM Darurat di Garut
Tukang Cukur Rambut di Garut Gelar Aksi di Hari Pertama PPKM Darurat, Cukur Rambut Sendiri
Aksi tukang rambut di Garut saat PPKM Darurat. Ia mencukur rambutnya sendiri.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Di sela-sela penyekatan PPKM Darurat di kawasan Simpang Lima Garut, seorang tukang cukur melakukan aksi performance art, Sabtu (3/7/2021).
Tukang cukur itu bernama Ari Ahmad Riadi (25).
Dalam performnya ia memotong rambutnya sendiri dengan sebuah mesin cukur.
Tampak di belakangnya kertas bertuliskan "Pakai Masker".
"Selama bayi terlahir masih ada rambut, tukang cukur enggak bakalan punah, kok, tetap di rumah, jaga kesehatan, baik-baik semua," ucap Ari sembari memotong rambutnya.
Ari mengatakan aksinya itu sebagai bentuk keprihatinan atas nasib tukang cukur di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
"Tukang cukur saat ini sedang dalam kondisi yang sakit, terutama mereka yang berada di kota-kota besar, bagaimana nasib mereka saat PPKM ini," ucapnya.
Aksinya tersebut menurutnya untuk mendukung tukang cukur yang saat ini tengah berjuang di tengah pandemi Covid-19.
"Semua pasti ada solusinya, tetap sabar, kita bisa potong rambut dari rumah ke rumah," ucapnya.
Ia mengaku pendapatannya menurun drastis saat pandemi dan terpaksa harus berkeliling ke pelosok untuk mencari pelanggan.
"Saya minta pemerintah melirik juga kondisi kami yang di dalam dan di luar kota," kata Ari.
Ketua Asosiasi Seniman Rambut Garut (Asgar), Irawan Hidayah mengatakan di tengah PPKM Darurat ini dirinya mengalami hal serupa dengan harus menutup tempat usaha.
"Kita dalam kondisi yang membingungkan, tempat usaha tutup, sementara kita butuh. Jika buka pun bahaya tengah mengintai," ucapnya saat dihubungi Tribunjabar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/aksi-cukur-rambut-sendiri-garut.jpg)