Breaking News:

Peneliti Klaim Temukan Pasien Nol Penyebab Wabah yang Tewaskan Separuh Eropa

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (30/6/2021), para peneliti kemudian memutuskan untuk mengurutkan genomnya dan mengujinya untuk bakteri dan virus

Editor: Ravianto
shutterstock
Tikus. Penyakit pes disebabkan bakteri Yersinia pestis dan disebarkan oleh lalat dengan bantuan hewan seperti tikus rumah (Rattus rattus), 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNJABAR.ID, KIEL - Sebelum pandemi Covid-19 menyerang dan membuat kalang kabut seluruh dunia, ternyata sudah ada wabah yang menyapu hampir separuh populasi di Eropa.

Pandemi corona sendiri telah menewaskan setidaknya 4 juta orang di seluruh dunia.

Sementara wabah ini telah membunuh antara 75-200 juta penduduk di Eropa dan Afrika Utara.

Namanya adalah Black Death atau wabah hitam.

Disebut wabah hitam karena kulit penderitanya menghitam karena perdarahan subdermal.

Wabah ini disebabkan penyakit pes atau sampar dan penyakit pes sendiri, dikutip dari wikipedia disebabkan bakteri Yersinia pestis dan disebarkan oleh lalat dengan bantuan hewan seperti tikus rumah (Rattus rattus),

Kini para ilmuwan dari Universitas Kiel, Jerman, telah menemukan apa yang disebut sebagai 'pasien nol' dari Black Death, wabah pes kuno yang diperkirakan telah membunuh hingga setengah dari populasi Eropa pada tahun 1347 hingga 1351.

Menurut temuan penelitian mereka yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Cell Reports, jenis wabah pes tertua ditemukan pada seorang laki-laki muda yang tinggal di Latvia.

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (30/6/2021), para peneliti kemudian memutuskan untuk mengurutkan genomnya dan mengujinya untuk bakteri dan virus patogen.

Dari penelitian ini, yang mengejutkan mereka adalah temuan bahwa laki-laki yang meninggal pada usia 20-an atau 30-an itu terinfeksi wabah penyakit kuno yang disebabkan bakteri Yersinia pestis.

"Yang paling mencengangkan adalah kita dapat mendorong kembali kemunculan Yersinia pestis 2.000 tahun lebih jauh dari yang ditemukan oleh penelitian yang diterbitkan sebelumnya", kata Kepala laboratorium DNA sekaligus penulis utama penelitian tersebut, Ben Krause Kyora.

Penemuan ini menunjukkan bahwa penyakit menular 'pes kuno' mulai menginfeksi manusia sekitar 7.000 tahun yang lalu, saat sektor pertanian mulai berkembang di Eropa.

Penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis ini pada awalnya hanya menyerang hewan pengerat, namun kemudian bermutasi dan dapat menginfeksi manusia.

Wabah ini menular dari hewan ke manusia melalui gigitan serangga.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved