Breaking News:

Idul Adha 2021

Hukum Berkurban Dibayar dengan Cara Berutang atau Arisan, Bolehkah? Begini Penjelasannya dari Ulama

Menjelang perayaan Idul Adha atau hari raya kurban, satu di antara pertanyaan yang banyak diajukan yakni hukum berkurban. Berikut penjelasannya

Editor: Hilda Rubiah
tribunjabar/Handhika Rahman
Hukum Berkurban Dibayar dengan Cara Berutang atau Arisan, Bolehkah? Begini Penjelasannya dari Ulama 

TRIBUNJABAR.ID - Menjelang perayaan Idul Adha 1442 H atau hari raya kurban, satu di antara pertanyaan yang banyak diajukan yakni hukum berkurban.

Bagaimana hukum berkurban pembayaran dengan cara berutang atau arisan, bolehkah?

Di Indonesia, sebagian masyarakat mengumpulkan uang untuk membeli hewan kurban di hari raya Idul Adha melalui cara arisan bahkan berutang.

Lalu, bagaimanakah pandangan Islam mengenai hukum berkurban melalui cara berutang atau arisan hewan kurban tersebut, apakah diperbolehkan?

Dilansir dari tanya jawab konsultansiyariah.com, Ustadz Ammi Nur Baits memaparkan penjelasannya.

VIDEO-TIPS MEMILIH HEWAN KURBAN, Disnakan Minta Warga Selektif Pilih Sapi atau Kambing Saat Iduladha

Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan arisan hewan kurban seperti berutang untuk berkurban.

"Karena hakikatnya arisan adalah utang," ujarnya.

Biasanya arisan hewan kurban dilakukan secara kelompok.

Mereka mengumpulkan sejumlah uang, kemudian diundi dan diserahkan kepada yang berhak.

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, lantas orang yang mendapat jatah giliran uang itulah hakikat telah berutang kepada anggota lain yang mengikuti arisan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved