Zona Merah di Jabar Bertambah Drastis dari Dua Jadi 11, Ada Kenaikan Signifikan Sepekan Terakhir
11 kabupaten dan kota di Jabar kini berstatus zona merah atau menjadi kawasan berisiko tinggi penyebaran Covid-19.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Jabar kini berstatus zona merah atau menjadi kawasan berisiko tinggi penyebaran Covid-19. Sedangkan 16 kabupaten dan kota sisanya berstatus zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19.
Hal itu berdasarkan hasil evaluasi resiko kesehatan masyarakat kabupaten dan kota di Jabar pada periode 21-27 Juni 2021 oleh Subdivisi Data dan Kajian Epidemiologi Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar.
Baca juga: Wagub Jabar Seirama dalam Penanganan Covid-19, PPKM Mikro Masih Efektif Cegah Penularan Lebih Luas
Sebanyak 11 daerah berstatus zona merah tersebut adalah semua daerah di Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.
Kemudian zona merah berikutnya adalah Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kota Depok.
Peningkatan jumlah zona merah ini terjadi secara pesat karena pada periode sebelumnya, hanya Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang berstatus zona merah.
Laporan tersebut menyatakan terjadi kenaikan signifikan kasus positif Covid-19 periode 21-27 Juni 2021 (23.735 kasus) dibandingkan periode 14-20 Juni 2021 (15.628 kasus).
Kasus aktif (dalam perawatan/isolasi) Jabar pun mengalami kenaikan signifikan dengan bertambah sebanyak 14.680 pada periode 21-27 Juni 2021. Peningkatan angka kasus harian inilah yang menyebabkan penambahan jumlah zona merah di Jawa Barat.
Baca juga: Apotek di Bandung Jual Ivermectin yang Lagi Diuji Jadi Obat Covid-19, Harus Pakai Resep Dokter
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar, Daud Achmad, mengatakan memang pada periode ini, jumlah zona merah di Jabar meningkat drastis, dari awalnya dua daerah menjadi 11 daerah.
"Ya, memang terjadi peningkatan seperti itu," kata Daud melalui ponsel, Selasa (29/6).
Daud mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar pun akan kembali keliling daerah zona merah dan memonitoring peningkatan kasus Covid-19 di semua daerah di Jabar untuk memastikan penanganannya berlangsung dengan baik.