Rabu, 29 April 2026

Covid 19 di Subang

BOR Rumah Sakit di Subang Capai 97 Persen, Ruang Isolasi Covid-19 Tambahan Disiapkan, Ini Lokasinya

Keterisian tempat tidur di rumah sakit untuk pasien Covid-19 di Subang sudah mencapai 97 persen.

Tayang:
Penulis: Irvan Maulana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Bupati Subang Ruhimat saat meninjau calon ruang isolasi pasien Covid-19 di Politeknik Keperawatan Negeri Subang, Selasa (29/6/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Ciereng Kabupaten Subang untuk pasien Covid-19 mencapai 97 persen.

Bupati Subang Ruhimat bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang berencana membuka ruang isolasi baru untuk merawat pasien Covid-19.

Beberapa opsi disiapkan Pemkab Subang, selain dari menyisihkan 30 persen ruang rawat inap setiap rumah sakit swasta di Subang,

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang juga berencana menambah ruang isolasi dengan mengalih fungsikan 40 pelayanan obstetri dan neonatal (Poned) di 40 puskesmas.

Selain itu, Pemkab juga akan membuka ruang isolasi di Politeknik Keperawatan Negeri Subang.

Bupati Subang Ruhimat beserta Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, Sekretaris Daerah Subang Asep Nuroni Beserta Direktur Utama RSUD Ciereng Kabupaten Subang Achmad Nasuhi telah meninjau calon ruang isolasi di Politeknik Keperawatan Negeri Subang, Selasa (29/6/2021).

"Kami berusaha menanggulangi masalah keterbatasan daya tampung RSUD untuk pasien Covid-19, selain telah meninjau beberapa rumah sakit swasta, sekarang kami juga siapkan ruang isolasi khusus rencananya di sini," ujar Ruhimat kepada awak media, Selasa (29/6/2021).

Ia mengatakan kondisi terkini kenaikan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Subang terus terjadi.

"Jika kita bandingan, satu bulan saja Juni ini jumlah kasusnya sama dengan satu tahun pada 2020 lalu, sehingga tadi kata Pak Dirut, RSUD juga kekurangan ruang isolasi," kata dia.

Selain hal tersebut kata Ruhimat, pihaknya juga akan memperpanjang PPKM Mikro di Subang selama dua pekan ke depan.

"Jumlah kasusnya masih banyak kemungkinan diperpanjang, karena hasil evaluasi juga seperti itu," ujarnya.

Menurut Ruhimat, kini pihaknya juga berencana menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) APBD Subang untuk menanggulangi kebutuhan mendesak.

"Kami sudah rencanakan, saya bilang apa yang darurat itu laporkan biar bisa segera digunakan itu BTT, katanya tadi alat medis juga darurat salah satunya oksigen itu, APD juga kami kurang," papar Ruhimat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved