Oksigen Isi Ulang di Bandung Langka Seiring Melonjaknya Kasus Covid, Ini Penjelasan Pihak Apotek
Melonjaknya kasus penyebaran virus corona di Kota Bandung membuat tingginya permintaan isi ulang oksigen cair bagi kebutuhan pasien positif Covid-19.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Terkait kosongnya tabung oksigen pun dialami oleh Apotek Kimia Farma 43 Buahbatu.
Bahkan, untuk memenuhi isi ulang tabung oksigen, manajemen terpaksa mencari ketersediaan hingga ke distributor di Jakarta.
Kepala Apotek Kimia Farma 43 Buahbatu, Aji Sutarmaji, mengat mengaku, dari 20 tabung oksigen volume satu meter kubik yang dimiliki apoteknya, hanya dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ketersediaan tersebut langsung habis diserbu pembeli.
"Kosong kondisinya (tabung isi ulang) di Kota Bandung sekarang. Terakhir itu saya cari dan dapat oksigen itu dari Jakarta, hari Selasa lalu. iItupun hanya dapat 20 tabung, langsung habis dua tiga hari saja. Terus bagian pengadaan di apotek saya pesan lagi, malah katanya harus COD (cash on delivery) sekarang. Dan itu pun barangnya belum tentu ada, karena informasi supplier prioritas sekarang pengiriman ke rumah sakit, jadi apotek enggak kebagian," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (27/6/2021).
Aji menuturkan, pihaknya menjual dua jenis tabung oksigen, yaitu tabung oksigen lengkap dengan regulator dan troli yang dihargai Rp 1,5 juta dan tabung oksigen isi ulang atau tukar tabung dengan berat 25 kilogram dihargai Rp 40 ribu.
"Biasanya kita itu di drop (dikirim) 30 hingga 50 tabung isi ulang seminggu. Kalau tabung lengkap dengan regulator dan troli itu sekitar 20-an. Sekarang ini posisinya, baik tabung lengkap dengan regulator maupun tabung isi ulang itu habis, tidak ada sama sekali. Tapi saya sudah telepon dan pesan ke pemasoknya, katanya besok dikirim, tapi enggak tahu juga dikirim jam berapa dan apakah jadi dikirim besok atau lusa," ucapnya.
Aji menjelaskan, kondisi tingginya permintaan terjadi sejak beberapa pekan lalu.
Biasanya 20 hingga 25 tabung oksigen isi ulang baru habis dalam kurun waktu seminggu, kini 50 tabung pun telah habis kurang dari seminggu.
Maka, bila dirata-ratakan, 10 tabung dibeli konsumen per hari.
Ia mengaku belum berniat untuk melakukan pembatasan penjualan maupun menaikkan harga jual tabung.
Sebab, prinsipnya, selama tabung masih tersedia, maka konsumen berhak untuk mendapatkannya.
"Tapi kalau barangnya tidak ada, mau gimana pun caranya, kami mohon maaf karena stoknya memang tidak ada," katanya. (*)