Senin, 4 Mei 2026

Jabar Targetkan 178.346 Orang Divaksin, Pemprov Percepat Vaksinasi, Kejar Kekebalan Kelompok

Pada peringatan HUT Bhayangkara digelar vaksinasi massal dengan target per hari 178.346 orang sebagai upaya percepatan vaksinasi

Tayang:
biro admin Jabar
Sekda Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja saat meninjauu vaksinasi massal dalam rangka HUT ke-75 Bhayangkara di GOR Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (26/6). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pada peringatan HUT ke -75 Bhayangkara Tahun 2021 pada 1 Juli, Polda Jabar akan menggelar vaksinasi massal dengan target per hari 178.346 orang divaksin di 22 polres kabupaten/kota dan di Youth Center Arcamanik.

Ini merupakan bagian dari kampanye oleh polri di 34 polda seluruh Indonesia. 

Sekda Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengapresiasi upaya Polda Jabar membantu Pemda Provinsi Jabar tersebut mempercepat proses vaksinasi untuk mengejar kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sekda mengatakan ia terkesan dengan inisiatif luar biasa polisi yang merupakan wujud pola kerja pentaheliks dalam penanganan COVID-19 di Jabar. 

Baca juga: BPPT Siap Luncurkan Rapid Test untuk Deteksi Antibodi Pasca Vaksinasi

“Jawa Barat salah satu yang tertinggi yang bisa memvaksin, dalam satu hari ini saja 178 ribuan orang. Itu tentu saja upaya bersama supaya kekebalan tubuh imunitas masyarakat Jawa Barat dapat tercapai,” kata Setiawan melalui siaran digital, Minggu (27/6).

Menurutnya, vaksinasi ini merupakan satu dari tiga strategi upaya Jabar mengendalikan penyebaran COVID-19. Strategi lain yang tak kalah penting menerapkan protokol kesehatan di level masyarakat.

Sebab orang yang telah divaksin cenderung memiliki tingkat imunitas tubuh tinggi, tapi bukan berarti kebal virus COVID-19.

“Bahwa masyarakat betul-betul harus patuh dan disiplin pada prokes. Karena virus saat ini menyebarkan lebih cepat,” katanya.

Saat ini, kata Setiawan, kedisiplinan masyarakat mematuhi prokes sedang menurun. Jadi kalau dilihat dalam satu bulan ini, angka kedisiplinan di Jabar yang biasanya di angka 84 persen untuk menggunakan masker kemudian menjaga jarak 86 persen, sempat turun ke angka 75 persen.

Jabar terus meningkatkan tes dan pelacakan kontak erat di masyarakat.

Tujuannya agar lebih mempercepat dan mempermudah mendeteksi kasus baru sehingga tidak akan terjadi penyebaran yang lebih luas.

Setiawan mengimbau masyarakat yang merasa kurang sehat segera memeriksakan diri ke klinik kesehatan.

Baca juga: Kabar Baik Kini Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19 Di Mana Saja, Syarat KTP Domisili Dihapus

Jika gejala mengarah ke COVID-19 dan pernah kontak erat dengan pasien positif, harap segera lapor ke satgas RT/RW.

“Jangan sampai teman-teman atau masyarakat yang terkena COVID-19 itu sudah parah baru masuk rumah sakit. Jadi kita inginnya sebelum ada gejala sedang sampai berat sudah ketahuan dan segera diisolasi mandiri,” kata Setiawan.

Jika ketiga strategi tersebut mampu dijalani maka setidaknya akan meringankan beban khususnya tenaga kesehatan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved