Perawat Dipukul Keluarga Pasien

Pemukulan terhadap Perawat di Garut, TNI Sudah Kantongi Identitas Pelaku yang Kini Buron

Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Letkol CZi Deni Iskandar mengatakan saat ini pelaku kabur dan tengah dalam pencarian.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Sidqi AG
Dandim Garut Letkol CZI Deni Iskandar mengatakan TNI dan Polri telah mengantongi identitas pelaku pemukulan terhadap seorang tenaga kesehatan di Garut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - TNI dan Polri telah mengantongi identitas pelaku pemukulan terhadap seorang tenaga kesehatan di Garut.

Komandan Kodim 0611 Garut sekaligus Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Letkol CZi Deni Iskandar mengatakan saat ini pelaku kabur dan tengah dalam pencarian.

"Sudah saya perintahkan kepada anggota agar mencari pelaku sampai dapat ditangkap," ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Terekam CCTV, Perawat di Garut Dipukul Keluarga Pasien, Diduga Kesal Tunggu Korban Pakai APD

Menurut Deni, pihaknya sudah mengantongi identitas dan alamat lengkap pelaku.

Saat didatangi ke rumahnya pelaku diketahui tidak ada di kediamannya.

"Kalau penangkapan pelaku, kita kan boleh. Apalagi ini kaitannya dengan petugas kesehatan penanganan Covid-19. Urusan hukumnya nanti kita akan serahkan ke polisi," ucapnya.

Peristiwa pemukulan terhadap nakes terjadi di Puskesmas Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021) malam pukul 20.07 WIB.

Dalam rekaman CCTV terlihat seorang perawat berhazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan.

Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perawat berhazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan di Puskesmas Pameungpeuk Garut
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perawat berhazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan di Puskesmas Pameungpeuk Garut (Dok Hendra Santoso)

Pasien diikuti seseorang yang memakai jaket hitam yang diduga keluarganya.

Setelah pasien ditidurkan di atas ranjang, pria berjaket hitam tersebut tiba-tiba memukul sang perawat.

Kepala Puskesmas Pameungpeuk Tuti Sutiah mengatakan pelaku kesal terhadap korban karena terlalu lama memakai APD sementara pasien tengah menunggu di luar.

"Perawat sudah sesuai prosedur karena pasiennya terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, permasalahan tersebut saat ini sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.

"Kami sudah berkoordinasi dan melimpahkan permasalahan ini kepada Dinas Kesehatan dan Satgas," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved