Pasien Covid-19 di RSUD Ciamis Harus Antri di UGD Sebelum Masuk "Wuhan"
Selama dua hari terakhir, "Wuhan" ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di RSUD Ciamis terisi penuh
Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Selama dua hari terakhir, "Wuhan" atau ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di RSUD Ciamis terisi penuh. Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit milik Pemkab Ciamis tersebut membludak.
Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis menyebut ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di RSUD Ciamis dengan nama atau kode "Wuhan".
Wuhan sendiri merupakan sebuah kota di China, tempat pertama kali kasus Covid-19 ditemukan.
Sebanyak 55 tempat tidur di ruang isolasi yang berada di lantai 2 dan lantai 3 Paviliyun Hasan Sobari RSUD Ciamis tidak ada yang kosong. Bed occupancy rate (BOR) nya sudah mencapai 100%.
Baca juga: Disdik Jabar Sebut Pembelajaran Tatap Muka Dibatalkan Jika Berlaku PPKM Mikro
Selama dua hari ini setidaknya ada 13 orang pasien Covid-19 yang terpaksa antri dulu di ruang IGD menunggu sampai ada tempat tidur di "Wuhan".
Belasan pasien waiting list tersebut tidak hanya pasien rujukan dari puskesmas - puskesmas tapi juga ada yang datang langsung ke Ruang IGD RSU Ciamis.
“Kemarin sampai malam ada 7 pasien Covid-19 yang antri dulu di IGD sembari menunggu ada tempat tidur yang kosong di ruang isolasi khusus Covid-19. Hari ini sampai magrib, jumlah pasien yang antri “waiting list” sudah 6 orang,” ujar Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sofiyan M.kes kepada Tribun Kamis (24/6/2021).
Ke-13 pasien Covid yang sempat antri waiting list di ruang IGD tersebut katanya hampir semuanya ber-KTP Ciamis. Tidak ada pasien kiriman dari luar daerah.
“Semua ditangani dan menunggu dulu di ruang IGD sampai ada ada bed yang kosong di ruang khusus isolasi Covid-19. Tidak ada yang sampai menunggu atau dirawat di ambulans,” katanya.
Sebanyak 7 pasien covid-19 yang sempat antri pada hari Rabu (23/5) sampai malam di ruang IGD tersebut menurut dr Rizali 5 orang ditangani sementara di ruang isolasi khusus IGD dan 2 orang lainnya ditangani di salah kamar di ruang IGD.
Baca juga: Tenaga Kesehatan Dipukul, Wagub Jabar: Pasien Jangan Arogan, Nakes Jangan Sok Punya Kewenangan
Rabu (23/6) malam itu juga, ke-7 pasien waiting list yang antri di ruang IGD tersebut baru bisa masuk ruang isolasi khusus Covid-19 setelah ada 2 pasien Covid-19 yang meninggal dan 5 orang lainnya sudah bisa pulang setelah kondisinya membaik.
“Tadi malam ada 5 pasien Covid-19 yang kondisinya sudah membaik. CT-nya sudah bagus dan hasil test swabnya sudah negatif. Tidak perlu menunggu masa perawatan 14 hari, lima pasien tersebut sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Tinggal isolasi mandiri di rumah. Sedangkan dua pasien meninggal dunia. Jadi tadi malam 7 pasien waiting list bisa masuk ruang isolasi (khusus Covid),”jelas dr Rizali.
Dan pada hari Kamis (24/6) sampai magrib menurut dr Rizali sudah ada 6 pasien Covid-19 yang tertahan di ruang IGD, antri menunggu adanya tempat tidur kosong di ruang isolasi khusus pasien Covid-19.
Ke-6 pasien waiting list yang sedang menunggu adanya tempat tidur kosong di "Wuhan" tersebut katanya 5 orang ditangani di ruang isolasi IGD dan seorang lagi ditangani sementara di salah satu kamar di ruang IGD.
“Yang antri belum bisa masuk ruang isolasi khusus paseb Covid- 19 ada 6 orang antri di ruang IGD, Masih menunggu,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/suasana-rsud-ciamis-setelah-ada-nakes-positif-covid-19.jpg)