Kadinkes: Varian Baru Covid-19 Belum Ditemukan di Kota Bandung, Tapi Tetap Harus Waspada
Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengumumkan adanya temuan varian India atau Delta Covid-19 dari sampel di Karawang.
Penulis: Cipta Permana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengumumkan adanya temuan varian India atau varian Delta Covid-19 dari sampel di Karawang.
Temuan itu diperoleh berdasarkan hasil whole genom sequencing (WGS) yang dilakukan oleh tim peneliti Covid-19 di LIPI.
Informasi tersebut, tertuang dalam surat edaran Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Nomor B-3103/III/KP.06.01/6/2021, dan ditandatangani oleh Dr. Atit Kanti, S.Si., M.Sc tertanggal 18 Juni 2021.
Baca juga: Ini Daftar Gejalan Covid-19 Varian Delta, Disebut Berbeda dengan Gejala Virus Corona Selama Ini
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, mengatakan, hingga kini belum ada pembuktian hasil penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terkait apakah varian baru dari Covid-19 itu telah sampai di Kota Bandung.
Namun, kata Ahyani, informasi tersebut menjadi semacam peringatan bagi semua pihak dan masyarakat Kota Bandung untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Covid-19.
"Untuk pembuktian apakah ada sebaran atau penularan dari varian baru Covid-19 di Kota Bandung, sejak beberapa waktu lalu, kami pun sudah mengirimkan sekitar 15 sampel hasil pemeriksaan pasien positif Covid-19 ke Kemenkes," ujar Ahyani saat dihubungi melalui telepon, Minggu (20/6/2021).
"Kalau dalam hasil penelitian Kemenkes ada dugaan atau ditemukan varian baru, tentunya ada feedback ke kami, tapi sampai saat ini, tidak ada informasi feedback apa pun terkait adanya hal itu (varian baru), Kota Bandung mah jangan sampai lah."
Ahyani menuturkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, sejauh ini varian baru Covid-19 telah terdeteksi di Jabar berada di wilayah Karawang dan satu daerah lainnya, yang penularannya diketahui berasal dari pekerja migran.
"Intinya, mau varian atau tipe apa pun (Covid-19), kita harus berupaya untuk mencegah semaksimal mungkin agar jangan sampai ada penularan lagi yang terjadi di Kota Bandung."
"Selain itu, kita pun harus lebih waspada dalam memperhatikan temuan-temuan kasus, dan mengirimkan sampel-sampel hasil pemeriksaan ke Kemenkes, sesuai arahan untuk dapat di periksa genomnya," ucapnya.
Ahyani menjelaskan, pengiriman sampel hasil pemeriksaan positif pasien Covid-19 ke Kemenkes perlu dilakukan, semisal apabila terdapat kecurigaan dalam perubahan situasi klinis dari penyebaran Covid-19 yang berlangsung sangat cepat dari suatu wilayah.
Atau, seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19, yang diketahui baru datang ke Kota Bandung, setelah bepergian dari suatu negara atau suatu tempat yang terkonfirmasi merupakan zona merah, bahkan zona hitam penyebaran Covid-19.
"Jadi ada kriteria indikatornya yang patut kita diwaspadai dan harus segera mengirimkan itu (sampel) ke Kemenkes."
"Misalnya, kenaikan situasi penularannya di satu daerah itu berlangsung cepat banget secara eksponensial, seperti yang terjadi di Kudus, yang kenaikannya berkali-kali lipat, bukan lagi bertambah jumlahnya seperti biasa," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-kota-bandung-ahyani-raksanagara.jpg)