Warga Cijulang Pangandaran Kaget Suaminya Diamankan Densus 88
R dan seorang lain, T, diamankan di Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kamis sore.
Penulis: Padna | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN- I (22), warga Desa Cijulang, Pangandaran, mempertanyakan alasan penangkapan suaminya, R (22), oleh Densus 88.
Dia juga mempertanyaan tudingan terhadap R yang dihubungkan dengan jaringan terorisme.
R dan seorang lain, T, diamankan di Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kamis sore.
I mengaku kaget karena tiba-tiba polisi mengamankan suaminya dan langsung menggeledah rumah
"Saat datang polisi datang, saya sangat bingung. Saya mengira suami mengalami kecelakaan atau gimana," katanya saat ditemui beberapa wartawan di depan rumahnya, Kamis (17/6/2021).
Baca juga: KDW Disergap Saat Racik Bom, Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Bogor
Polisi, ucapnya, tak cukup jelas menyebutkan alasan penangkapan terhadap R.
Menurutnya, polisi hanya mengatakan R melakukan tindakan terorisme.
"Saya tidak tahu, terorisme itu di mananya. Suami saya melanggar pelanggaran apa? Mereka belum menjelaskan secara jelasnya," ucapnya.
Ia menyebut aktivitas R sehari-hari biasa-biasa saja. "Bisa tanya warga sini, bagaimana suami saya. Paling hanya mencari rumput, jualan di toko, main bola. Kalau pun mengaji kan orang sini juga sudah tahu, mengajinya di mana," kata I.
Baca juga: Densus 88 Tangkap 2 Warga Cijulang Pangandaran, Diduga Jaringan Terlarang, Barang Ini Diamankan
Seorang RT di Dusun Barengkok, Herman, mengatakan R masih terhitung baru berumah tangga sekitar 4 tahun dan sudah mempunyai dua anak.
"Memang dahulu pernah, R sering bersama sama dengan T. T ada orang yang sama diduga tersangka juga. Hanya, soal pergaulan R dengan T mah, saya tidak tahu," ucap Herman.
Menurut Herman, R sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek kemudian pernah bekerja tak lama di satu perusahaan.