Breaking News:

Kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu Melonjak, RSUD dan Puskesmas Justru Ditutup, Nakes Terpapar

RSUD Pantura MA Sentot Patrol, Puskesmas Widasari, dan Puskesmas Gantar ditutup sementara karena nakes di sana ikut terpapar Covid-19

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid- RSUD Pantura MA Sentot Patrol, Puskesmas Widasari, dan Puskesmas Gantar ditutup sementara karena nakes di sana ikut terpapar Covid-19 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu kembali dilanda lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir. Dalam kurun waktu tiga hari, mulai (9-12/6/2021) tercatat masing-masing ada peningkatan kasus sebanyak 96 orang, 189 orang, dan pada hari kemarin ada sebanyak 57 orang.

Secara keseluruhan, sudah ada 9.038 orang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Dari jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut, beberapa di antaranya adalah tenaga kesehatan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Gubernur Jawa Barat Minta Rumah Sakit Tambah Ruang Perawatan Pasien

Imbasnya, satu rumah sakit dan dua puskesmas diketahui harus tutup sementara karena nakes di sana ikut terpapar.

Yakni, RSUD Pantura MA Sentot Patrol, Puskesmas Widasari, dan Puskesmas Gantar.

Di RSUD Pantura MA Sentot Pantrol contohnya, di sana pelayanan ICU, Poli, dan IGD harus ditutup sementara untuk dilakukan disinfeksi.

Baca juga: Kelurahan di Ujung Berung Bandung Zona Hitam, Berawal dari Urus Jenazah Covid-19 Tanpa Prokes

"Jumlah keseluruhan RS yang terkonfirmasi ada 20 orang," ujar Ketua Gugus Penanganan Covid-19 RSUD Pantura MA Sentot Patrol, dr Rosy Damayanti melalui sambungan seluler kepada Tribuncirebon.com, Minggu (13/6/2021).

Dr Rosy Damayanti menyampaikan, untuk pelayanan ICU ditutup sejak Kamis (10/6/2021) dan Poli ditutup sejak Jumat (11/6/2021).

"Untuk IGD mulai kemarin sore dilakukan UV jadi sudah bisa kembali dibuka hari ini," ucapnya.

Baca juga: Ini Kecamatan di Bandung dengan Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi, Trennya Terus Naik usai Lebaran

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab hingga membuat lonjakan kasus kembali terjadi.

Di antaranya adalah berasal dari kerumunan yang dilakukan masyarakat seperti liburan dan keramaian lainnya.

Kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan pun dinilai Deden Bonni Koswara sudah kurang dan sangat abai.

"Kemudian, ketidakpedulian masyarakat terhadap bahaya Covid-19 semakin tinggi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved