Jumat, 10 April 2026

Atep Kini Main Sinetron Usai Menjadi Pesepakbola dan Politikus, Ini Peran yang Dimainkan

Pernah menjadi pesepakbola di Persib Bandung dan jadi politikus di Partai PAN, kini Atep menjajal seni peran dengan main di sinetron

Penulis: Fakhri Fadlurrohman | Editor: Siti Fatimah
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Atep- Pernah menjadi pesepakbola di Persib Bandung dan jadi politikus di Partai PAN, kini Atep menjajal seni peran dengan main di sinetron. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siapa warga Bandung khususnya bobotoh yang tidak mengenal dengan Atep Ahmad Rizal atau sering disapa dengan Lord Atep.

Pemain bernomor punggung 7 ini menjadi sosok idola bagi para bobotoh setelah 10 tahun berpetualang dengan Persib Bandung dan memberikan prestasi di setiap kompetisi.

Setelah keluar dari Persib Bandung pada tahun 2018, Lord Atep menjalani sepakbola profesionalnya di Mitra Kukar yang saat itu ada di Liga 2.

Baca juga: Alasan Wander Luiz tak Bermain di Laga Uji Coba Menghadapi Tira Persikabo

Pada tahun 2020 Lord Atep menggegerkan publik dengan keputusannya mengikuti Pilkada Kabupaten Bandung dengan menjadi Calon Wakil Bupati Bandung dengan dukungan dari partai PAN.

Walaupun gagal memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung, Atep tetap aktif menjadi kader PAN dan didaulat menjadi Kapten Milenial Jawa Barat untuk memimpin anak-anak muda PAN di Jawa Barat.

Setelah tidak terdengar kabarnya, Atep kini kembali menghibur para penonton di tanah air.

Baca juga: BERITA POPULER Nasib Eks Persib Bandung Ini Mulai Terkuak, Tak Dapat Panggilan dari Klubnya

Bukan menjadi pemain sepakbola profesional, kini Atep menjalani seni peran dengan menjadi seorang pelatih dalam sinetron Kun Anta yang setiap hari tayang di salah satu stasiun Tv Nasional.

"Kemarin habis syuting sinetron Kun Anta sebagai bintang tamu dan perannya jadi pelatih. Rencananya sih kemarin tayang dulu dua episode, perannya tetap menjadi karakter Atep" ujar Atep ketika diwawancarai awak media Minggu (13/06/2021).

Atep mengaku perannya menjadi pelatih ini awalnya ditawari oleh salah satu temannya yang di agensi.

"Ada temen sebagai agensi, saya sempat ada pertimbangan dulu ajakannya tanya apa saja karena takut di luar jalur tidak mengerti karena butuh proses untuk belajar. Lalu dijelaskan ini sebagai pelatih terus dikasih arahan yaudah gak masalah, akhirnya diterima. Gak lama mengambil keputusan" ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved