M Farhan Sebut Tantangan Pandemi Covid 19 di Jabar Luar Biasa, Dirut RS AL Ihsan: Sudah Mengerikan!

Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem Muhammad Farhan menjelaskan, wilayah Jabar jadi sorotan karena terjadi penambahan kasus.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
ISTIMEWA
Koordinator Bidang Ekonomi Bikers Brotherhood Motorcycle Club Indonesia, HM Farhan (tengah) berbincang dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari (kedua kanan), dan Direktur Program Bolt and Flames Festival of Motorcycle Budiman Muhammad di salah satu stand binaan dalam acara 29th Anniversary of Bikers Brotherhood Motorcycle Club Indonesia "The Sacred Five" di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (30/9/2017). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem M Farhan menjelaskan, wilayah Jabar jadi sorotan karena terjadi penambahan kasus.

"Jawa Barat masih menghadapi tantangan pandemik yang luar biasa," ujar M Farhan dalam keterangan persnya, Kamis 10 Juni 2021.

Menurutnya, vaksinasi Covid - 199 di Jabar perlu dorongan kuat agar mempersempit potensi penularan ke daerah - daerah.

"Hal ini direspon dengan vaksinasi yang meluas dan cepat, terasa lebih baik daripada provinsi lain, untuk distribusi vaksinasi COVID-19," katanya.

Baca juga: Sudah Tidak Pernah Komunikasi, Aa Gym dan Teh Ninih Sudah Cerai

Salah satunya, vaksinasi massal oleh Polri pada pekan ini.

Tidak hanya itu, pengetatan untuk mematuhi protokol kesehatan di lapangan terutama menutup celah kerumunan, dinilai masih massif dilakukan di daerah - daerah.

Selain itu, jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu yang terdampak masih terjadi di beberapa daerah.

"Masih ada masalah dengan distribusi Bansos. Tampaknya masalah data menjadi kendala," terangnya.

Sudah Mengerikan

Tantangan pandemi yang luar biasa itu, juga disinggung oleh Dirut RS Al Ihsan Dewi Basmala Gatot. Ia mengatakan, dari 151 tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakitnya, kini semuanya sudah penuh.

Di sisi lain, 20 orang lainnya masih menunggu untuk screening pada Jumat (11/6) pagi.

Baca juga: Ucapan Aa Gym Sebut Teh Ninih 7 Kali Turun Mesin Viral di Medsos, Komnas Perempuan Angkat Bicara

"Covid-19 sekarang betul-betul mengerikan. Di RS Al Ihsan ketersediaannya 151 tempat tidur tapi saat ini sudah penuh 100 persen. Semua full. Utilitas terpakai semua. Itu juga masih ada 20 pasien di IGD sedang screening untuk menentukan bisa isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit," kata Dewi di Gedung Sate, Jumat (11/6).

Dewi menjelaskan bahwa maksud dari kondisi Covid-19 yang mengerikan tersebut adalah banyaknya pasien yang datang ke rumah sakit dalam kondisi parah atau kritis. Sehingga langsung memerlukan perawatan intensif di ICU.

"Kenapa mengerikan, karena banyak yang datang dalam kondisi buruk, bahkan meninggal di IGD. Dia sudah lama sakit di rumah, tidak terdeteksi, atau terlambat ke rumah sakit," kata Dewi.

Dewi mengatakan RS Al Ihsan sudah mengurangi jumlah tempat perawatan kategori hijau atau untuk pasien dengan gejala ringan. Memindahkan pasien di tempat perawatan zona hijau ini ke pusat isolasi mandiri atau isolasi mandiri di rumah.

"Saat ini rumah sakit hanya merawat yang bergejala sedang (ruang isolasi kuning) dan berat (ruang isolasi merah) saja. Sudah dua minggu ini 100 persen terisi," kata Dewi.

Ia tengah mempersiapkan penambahan tempat tidur sebanyak 89 tempat tidur lagi dan penambahan 30 orang perawat. Semua sarana dan sumber dayanya sedang dipersiapkan.

"Kalau ada outbreak, kita siapkan 500 tempat tidur, semuanya siap jadi tempat perawatan Covid-19," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved