Kadisdik Sumedang Angkat Bicara tentang Riuhnya Kontroversi Soal Ujian PAI: Harus Ada Ahli
Agus Wahidin, akhirnya angkat bicara terkait riuhnya kontroversi tentang soal ujian untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) kelas V.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin, akhirnya angkat bicara terkait riuhnya kontroversi tentang soal ujian untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) kelas V di satu sekolah dasar (SD) negeri di Kecamatan Cimanggung.
Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji soal ujian yang dianggap kontroversi tersebut.
“Sudah, kemarin saya sudah perintahkan kabid dan kasi untuk mendatangi sekolah tersebut," ucap Agus Wahidin kepada Tribun Jabar melalui pesan singkat, Sabtu (12/6/2021).
Meski begitu, kata Agus, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan tentang soal ujian tersebut.
"Karena itu sensitif, harus ada ahli di bidangnya, dalam hal ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI)," tutur Agus Wahidin.
Kendati demikian, tambah dia, pihaknya telah meminta kepada pihak pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Cimanggung untuk segera membuat atau menyusun klarikasi tentang apa latar belakang dan apa maksud dari soal tersebut.
"Klarifikasi itu bisa berupa tulisan atau video. Nanti akan dievaluasi oleh ahli. Kalau hal itu dianggap kurang cukup memuaskan maka akan digelar audiensi dengan pihak-pihak terkait," katanya.
Dia mengatakan, pada intinya, sama sekali tidak niat dari KKG PAI dan Pengawas PAI Kecamatan Cimanggung untuk menyesatkan peserta didik.
Baca juga: Unggahan Wabub Bandung Sahrul Gunawan Diserbu Komentar Berisi Doa Kesembuhan, Ada Apa?
Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang Rahmat Juliadi mengungkap ada temuan soal ujian kontroversi untuk SD di Kabupaten Sumedang.
Dalam soal ujian nomor 36 itu, ada tulisan huruf arab dengan mengutip penggalan dari Alquran Surat Al Ma'un ayat 4 yakni fawailul lil mushollin.
Di soal itu, meminta murid untuk menuliskan isi pokok ayat tersebut.
Di antara murid yang sudah menjawab yang artinya 'celakalah orang yang salat'.
Dalam terjemahan fawailul lil mushollin, artinya memang demikian.
"Potongan ayat itu dipenggal atau dipotong, sehingga maknanya jadi multitafsir. Dalam soal nomor 36 tersebut, siswa harus menerjemahkan bahasa arab fawailul lil mushollin yang bermakna 'maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat'," kata Rahmat Juliadi saat dihubungi pada Kamis (10/6/2021).
Baca juga: Nindy Ayunda Disomasi Mantan Mertua Efek Unggahan Dugaan Perselingkuhan dengan Karyawan Sendiri
