Selasa, 21 April 2026

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, 6 Bulan Honor Belum Dibayar, Duka Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Headline Tribun Jabar, hari ini menyajikan berita sudah enam bulan honor tim pemulasaraan jenazah covid di Indramayu belum dibayar.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
ISTIMEWA
Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Kabupaten Indramayu saat menjalani tugas memakamkan jenazah 

Headline Tribun Jabar, hari ini menyajikan berita sudah enam bulan honor tim pemulasaraan jenazah covid di Indramayu belum dibayar.

Headline Tribun Jabar selengkapnya bisa dibaca di bawah ini.

//

INDRAMAYU, TRIBUN - Kisah menyesakkan berembus dari Kabupaten Indramayu. Sudah enam bulan belasan relawan, anggota tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di sana belum menerima honorarium yang menjadi hak mereka.

Padahal, honorarium para relawan ini terbilang sangat kecil, bahkan tak sebanding dengan risikonya yang besar.

R, salah seorang Relawan mengaku, ia dan ke-15 temannya sesama relawan, sudah tak lagi menerima honorarium sejak Januari lalu.

Bahkan, jika dihitung secara keseluruhan, empat pemulasaraan jenazah yang mereka lakukan pada Desember 2020 juga belum dibayar.

"Totalnya hingga saat ini, ada 92 pemulasaraan jenazah yang belum dibayar. Sampai dengan sekarang belum ada kejelasan," ujarnya saat ditemui Tribun di RSUD Indramayu, Kamis (10/6).

Untuk setiap proses pemulasaraan jenazah, ungkap R, mereka dijanjikan mendapat honor sebesar Rp 150 ribu per orang.

Kegiatan pemulasaraan ini, menurut R, meliputi memandikan, mengafani, hingga memakamkan jenazah.
Itu sebabnya, sekalipun, sudah berbukan-bulan tak dibayar dan tak ada kejelasan kapan mereka akan menerima haknya, R mengatakan, semua anggota tim pemulasaraan jenazah sepakat untuk jangan sampai mogok bekerja.

Keinginan mogok, ujar R, memang sempat terlintas di pikiran mereka. Mereka bahkan sempat tak merespons ketika ada pasien Covid-19 yang meninggal.

Saat itu, keluarga dari jenazah bahkan sampai marah-marah kepada pihak rumah sakit karena tidak ada yang mau mengurusi jenazah.

"Tapi tak lama, karena bagaimana pun kami tak akan pernah tega membiarkan ada jenazah yang sampai tak diurus. Akhirnya kami datang. Kami pulasara," kata R.

R mengatakan, ia dan teman-temannya akan mencoba untuk ikhlas dan terus bersabar. Namun, mereka juga berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi mereka, mengingat pekerjaan pemulasaraan jenazah Covid-19 adalah pekerjaan yang penuh dengan risiko.

"Kalau setelah Juni tetap gini, keterlaluan. Kita juga akan bersama-sama kembali maju bareng-bareng meminta kepastiannya seperti apa, kendalanya apa, agar ada titik temu," ujar R.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved