Breaking News:

Anggota DPRD Sumedang Ungkap Ada Temuan Soal Ujian Menyesatkan, Disdik Diminta Turun Tangan

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Rahmat Juliadi meminta Dinas Pendidikan Pemkab Sumedang untuk mengawasi pembuatan soal ujian. 

Tribun Jabar / Kiki Andriana
Sial ujian SD di Cimanggung Kabupaten Sumedang yang hanya mengutip penggalan ayat tidak utuh 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Rahmat Juliadi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Sumedang untuk mengawasi pembuatan soal ujian.  Rahmat Juliadi mengungkap ada temuan soal ujian menyesatkan untuk SD di Kabupaten Sumedang.

Temuan soal ujian menyesatkan itu terjadi di salah satu SD negeri di Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) kelas V.

Baca juga: Guru Susan di Sukabumi yang Karena Sindrom GBS Kondisinya Membaik, Ingin Ketemu Presiden Jokowi

Dalam soal ujian nomor 36 itu, ada tulisan huruf arab dengan mengutip penggalan dari Al Quran Surat Al Ma'un ayat 4 yakni fawailul Lil mushollin. Di soal itu, meminta murid untuk menuliskan isi pokok ayat tersebut.

Di soal ujian, tampak ada yang sudah menjawab yang artinya celakalah orang yang shalat. Dalam terjemahan fawailul Lil mushollin, artinya memang demikian.

"Potongan ayat itu dipenggal atau dipotong, sehingga maknanya jadi multi tafsir. Dalam soal nomor 36 tersebut, siswa harus menterjemahkan bahasa arab fawailul Lil mushollin yang bermakna 'Maka Kecelakaanlah Bagi Orang-orang yang sholat'," kata Rahmat Juliadi Anggota DPRD Sumedang saat dihubungi pada Kamis (10/6/2021).

Pertanyaan dalam soal ujian menyesatkan itu, bisa memicu kontradiktif dengan Agama Islam.

Baca juga: Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Salat Subuh Berjamaah di Sumedang, Ada Acara Apa?

"Harusnya jangan dipenggal sepotong gitu karena itu menyesatkan. Harusnya ditulis penuh," ucap dia.

Harusnya, kata dia, ayatnya tidak sepenggal-sepenggal. Tetapi harus selesai sampai akhir, karena di ayat berikutnya ada penjelasannya, siapakah yang celaka itu.

“Yaitu orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna. Kalau ditanyakan isi pokoknya tidak berkonotasi makna negatif, karena satu kesatuan ayatnya,” Rahmat menjelaskan.

Informasi dihimpun, soal ujian itu didanai Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Artinya, harus ada supervisi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedan.

"Maka dari itu, saya minta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang untuk lebih teliti dalam pembuatan soal ujian. Kenapa harus mengutip sepotong atau penggalannya ayatnya tidak pas. Apakah ada unsur kesengajaan atau keteledoran si pembuat soal," kata dia.

Kemudian, kata dia, pertanyaan lanjutannya menanyakan isi pokok penggalan dari ayat tersebut.

Baca juga: Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Salat Subuh Berjamaah di Sumedang, Ada Acara Apa?

" Sepintas kan kalau sepenggal itu saja, isi pokoknya orang yang salat bakal celaka, ini yang fatal,” kata Rahmat.

Ia menyebutkan, meskipun hal tersebut merupakan hal sepele atau sederhana. Tetapi, kata Rahmat, menurut sebagian orang tua adalah hal yang sangat serius dan fatal.

"Bisa berakibat fatal. Bahkan bisa berkembang kepada tuduhan-tuduhan yang bermacam-macam," kata Rahmat.

Kendati demikian, tambah dia, pihaknya meminta hal ini diklarifikasi dan ditelusuri siapa pembuat soal dan motifnya.

"Dinas Pendidikan Sumedang harus segera menegur, membina dan kalau perlu memberikan sanksi kalau hal tersebut ada unsur kesengajaan," ucapnya.

Penulis: Kiki Andriana
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved