Breaking News:

Seorang Kakek di Subang Mengaku Bisa Menggandakan Uang, Ternyata Pengedar Uang Palsu

Awalnya korban diceritakan soal menangani proses ritual penggandaan uang oleh kedua pelaku sehingga akhirnya korban tertarik

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Irvan Maulana
Tumpukan uang palsu pecahan Rp 100.000 disita Satreskrim Polres Subang dari pelaku penggandaan uang, Kamis (10/6/2021). Uang palsu itu diperkirakan mencapai 200.000 lembar. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG- Mengaku bisa menggandakan uang dengan ritual tertentu, seorang kakek berinisial SRJ (70) warga Kecamatan Bongas, Indramayu diamankan Sat Reskrim Polres Subang.

Ia diduga menyebarkan uang palsu (upal) di wilayah Kabupaten Subang.

Kapolres Subang, AKBP Aries Kurniawan Widiyanto, mengatakan peredaran uang palsu tersebut pada Kamis (27/5/2021). Polisi mendapatkan informasi dari korban berinisial JD yang ditipu rekannya NCS dan SRJ soal ritual penggandaan uang.

"Awalnya korban diceritakan menangani proses ritual penggandaan uang oleh kedua pelaku sehingga akhirnya korban tertarik lalu pelaku memberikan persyaratan untuk ritual yaitu berupa uang Rp 15 juta," ujar Aries Kurniawan saat sesi wawancara dengan awak media, Kamis (10/6/2021).

Kepada korbannya, para pelaku mengaku bisa menarik uang secara gaib yang selanjutnya diistilahkan uang amanah.

Baca juga: Pengangguran Cetak Uang Palsu Miliaran Lembar, Digunakan untuk Ritual Penggandaan Uang

Kemudian setelah korban JD tertarik, ia lalu memberikan uang sejumlah Rp 15 juta sebagai syarat ritual.

Selang berapa hari, pelaku memperlihatkan sejumlah uang di dalam dus. "Saat itu korban diperlihatkan uangnya saja, para pelaku berpesan agar dus berisi uang tersebut tidak dibuka sebelum 4 hari," katanya.

Empat hari berselang, korban membuka dus tersebut, ternyata memang betul isinya uang, tapi khawatir dan menaruh curiga terhadap uang tersebut yang terlihat aneh secara bentuk fisik.

“Karena korban khawatir, dia menduga uang tersebut palsu, korban lalu menghubungi kembali para pelaku untuk dan meminta uang Rp 15 juta miliknya dikembalikan. Korban tidak mendapati jawaban dari pelaku. Karena itu, korban lalu melapor kepada kami," kata dia.

“Setelah melakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Subang, kami menangkap pelaku SRJ, ia merupakan seorang kakek yang berperan sebagai orang pintar dalam ritual penggandaan uang," kata Kapolres.

Baca juga: Uang Rp 11 Miliar Ditemukan dalam Karung dii Gubug Tengah Sawah di Indramayu, Ternyata Uang Palsu

Pelaku NCS saat ini masih dalam pengejaran polisi. "Pelaku yang merupakan seorang kakek ini kami amankan di wilayah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Kedua pelaku terancam delik pidana Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Pasal 3 Ayat 3 dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar," ujarnya.

Barang bukti yang diamankan adalah uang palsu sesuai dengan hasil uji lab Bank Indonesia, uang dengan pecahan Rp 100 ribu, dengan total sekira 200 ribu lembar, satu unit telepon genggam, dan tas berwarna hitam.

Kedua pelaku mendapatkan uang palsu tersebut dari jaringan atau sindikan peredaran uang palsu di wilayah Indramayu, yang pelakunya juga sudah diamankan Polres Indramayu.

Selanjutnya, Kapolres mengimbau agar masyarakat waspada dengan modus peredaran uang palsu tersebut.

"Kami harapkan masyarakat juga teliti dalam bertransaksi menggunakan uang secara fisik. Bagi masyarakat Subang yang mendapat informasi terkait peredaran uang palsu, kami harap tidak ragu untuk segera melapor ke kepolisian terdekat," kata AKBP Aries Kurniawan Widiyanto.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved