Breaking News:

Pengangguran Cetak Uang Palsu Miliaran Lembar, Digunakan untuk Ritual Penggandaan Uang

Empat orang pengangguran mencetak lemabaran uang palsu hingga miliaran lembar yang digunakan untuk ritual penggandaan uang

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Siti Fatimah
handhika rahman/tribun jabar
Polres Indramayu saat membongkar sindikat pengedar uang palsu di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021). Mereka adalah empat orang pengangguran mencetak lemabaran uang palsu hingga miliaran lembar yang digunakan untuk ritual penggandaan uang. 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 4 orang sindikat pengedar uang palsu dengan lembaran mencapai 11 miliar  lebih berhasil dibongkar jajaran Polres Indramayu.

Mereka adalah CAR (52) warga Kecamatan Lelea dan SAM (42) warga Kecamatan Lohbener, keduanya bertindak sebagai pengedar.

Dua tersangka lainnya, berperan sebagai pencetak uang palsu, yaitu GUF (45) warga Kecamatan Bongas dan IM (46) warga Kecamatan Wuluhan Jember Jawa Timur.

Baca juga: VIDEO-Uang Palsu Rp 11,5 Miliar Nyaris Beredar di Indramayu, Ada Dolar Amerika dan Singapura Juga

"Tersangka diamankan pada hari Kamis tanggal 20 Mei 2021 sekira pukul 19.00 WIB saat Tim Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu melakukan patroli di Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu," ujar Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021). 

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara menambahkan, keempat tersangka ini merupakan seorang pengangguran atau tidak memiliki pekerjaan.

Adapun untuk modus operandi yang dilakukan tersebut, mereka mengaku mencetak uang palsu untuk keuntungan pribadi.

Hal itu mereka lakukan dengan modus ritual penggandaan uang.

Total ada sebanyak 11.500.000.000 uang palsu pecahan 100 ribu yang berhasil diamankan polisi.

Beberapa di antaranya masih dalam bentuk cetakan dan belum dipotong sebanyak 55 lembar.

Baca juga: Uang Rp 11 Miliar Ditemukan dalam Karung dii Gubug Tengah Sawah di Indramayu, Ternyata Uang Palsu

Tidak hanya uang palsu dalam bentuk rupiah, polisi juga mengamankan 49 lembar mata uang Canada belum dipotong, 29 bundel mata uang dollar Amerika, dan 1 bundel mata uang dollar Singapura.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan Pasal 244 KUHP, Pasal 36 UU RI Nomor 7 Tahun 2011, dan Pasal 37 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

"Dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana penjara paling lama seumur hidup dan pidana denda sebanyak Rp 100 miliar," Katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved