Breaking News:

Rekam Jejak Lima Mantan Wali Kota Bandung Diarsipkan, Satu Diantaranya Masih di Lapas Sukamiskin

Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung terus melanjutkan penelusuran tokoh dan sejarah Kota Bandung.

Tribun Jabar/Hilda Rubiah
Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung terus melanjutkan penelusuran tokoh dan sejarah Kota Bandung.

Rencananya tahun ini, Disparpus Kota Bandung mau mengarsipkan rekam jejak sejarah lima mantan Wali Kota Bandung.

"Lima mantan Wali Kota Bandung yang akan ditelusuri arsip sejarahnya tersebut yakni Ateng Wahyudi," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Disarpus Kota Bandung, Dina Nesfiana di Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kancana Kamis (10/6/2021).

Ateng Wahyudi menjabat selama dua periode, mulai 1983-1993.
Mantan Wali Kota lainnya yang ditelusuri, yaitu Wahyu Hamijaya menjabat 1993-1995, AA Tarmana, Wali Kota Bandung periode 1998-2003.

Berikutnya yakni Dada Rosada yang memimpin Kota Bandung pada 2003-2013. Terakhir adalah Mochamad Ridwan Kamil yang menjabat wali kota mulai 2013-2018.

“Penelusuran semuanya mulai dari lahir, rekam jejak, hal yang dihasilkan, dan keluarganya. Semua satu paket,” kata dia.

Dina memaparkan, hasil penelusuran arsip sejarah ini nantinya dibuat semacam risalah. Isinya tentang segala informasi mengenai biografi tokoh tersebut.

Menurut Dina, hasil penelusuran arsip sejarah ini tidak hanya disimpan untuk menjadi bagian kelengkapan data sejarah di Kota Bandung saja. Namun juga bisa diakses bagi masyarakat yang memerlukannya menjadi bahan rujukan atau menambah wawasan.

“Karena arsip ada yang terbuka dan tertutup. Kalau arsip sejarah itu namanya arsip statis yang bersifat terbuka. Itu boleh dipublikasi, seperti tokoh masyarakat, gedung heritage bersejarah," katanya.

Dada Rosada saat ini mendekam di Lapas Sukamiskin karena terbukti bersalah memberi suap kepada hakim Pengadilan Tipikor Bandung yang menangani korupsi dana hibah Pemkot Bandung.

Dia divonis bersalah dan dipidana penjara selama 10 tahun oleh Pengadilan Negeri Bandung pada 2014 dan ditahan KPK sejak 2013 serta vonisnya pada 2014.

Saat ini, Dada masih mendekam di Lapas Sukamiskin Bandung dan sudah menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun.

Dada juga tidak dinyatakan sebagai saksi yang bekerja sama. Sehingga, Dada kemungkinan harus menjalani pidana satu tahun lagi.

Penulis: Tiah SM
Editor: Mega Nugraha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved