Delapan Tahun Bersama Persib Bandung, Ini Kiprah I Made Wirawan yang Berdoa di Gawang saat Final
Sudah delapan tahun I Made Wirawan membela Persib Bandung sejak bergabung pada 25 Oktober 2012.
Penulis: Fakhri Fadlurrohman | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Fakhri Fadlurrohman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Sudah delapan tahun I Made Wirawan menjadi penjaga gawang Persib Bandung sejak bergabung pada 25 Oktober 2012 menggantikan Jendri Pitoy.
Pria kelahiran Gianyar, Bali , pada 12 Januari 1981 ini tercatat dalam laman transfermrkt telah memperkuat setidaknya 3 klub tanah air sebelum masuk Persib Bandung. Yakni Perseden Denpasar, Yahukimo Fc, dan Persiba Balikpapan.
Pemain bernomor punggun 78 ini adalah sosok penjaga gawang yang terkenal pendiam oleh para rekan setimnya.
Setidaknya ia telah menghabiskan 9.297 menit berlaga bersama Persib dengan kemasukan 79 gol dan 21 clean sheet dalam laman transfermrkt.
Karirnya paling cemerlang di Persib Bandung pada tahun 2014. Saat itu ia bermain dengan Persib sebanyak 27 laga dan selama 2.490 menit.
Pada 2014 itu pula, ia melakukan hal yang tidak mungkin dilupakan oleh bobotoh. Saat partai final Liga Super Indonesia 2014 melawan Persipura Jayapura yang berakhir dengan adu penalti, ia dengan heroik menggagalkan tendangan penalti dari pemain Persipura , Nelson Alom.
Saat itu, sebelum menggagalkan penalti, Made tampak masuk ke area gawang. Dengan tangan memegang jaring, matanya terpejam tampak seperti berdoa.
Upayanya berhasil. Tendangan Nelsom Alom berhasil dia gagalkan. Setengah loncat, dia berteriak. Sampai akhirnya, algojo penalti Persib Bandung, Ahmad Jufriyanto, berhasil melesakan bola ke gawang Persipura. Itu jadi salah satu momen terbaik I Made Wirawan.
Di laga final itu, dia kebobolan dua gol dari Ian Louis Kabes dan Boaz Salosa. Saat adu penalti, ia keboolan 3 gol terlebih dahulu ketika adu penalti itu berlangsung.
Pada 2019 I Made tercatat 12 kali tidak kebobolan.
Yaitu ketika kontra Semen Padang, Bhayangkara FC, Kalteng Putra (home/away), PSIS Semarang, PSS Slemen (home/away), Arema FC, Persija Jakarta, Barito Putera, Borneo dan Perseru Badak Lampung.
I Made Wirawan sudah tidak diragukan lagi kemampuanya dalam melindungi gawang dari serangan musuh.
Tak ayal kemampuannya ini dirilik pelatih tim nasional Indonesia dan menjadi kiper tim nasional Indonesia sejak tahun 2011 sampai 2016.
Kegigihan dan kualitas I Made Wirawan ditunjukan saat Indonesia berlaga dengan China pada kualifikasi Piala Asia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemain-persib-bandung-i-made-wirawan-berlatih.jpg)