Breaking News:

DBD Masih Mengintai Warga Tasikmalaya, Sudah 7 Orang Meninggal Sejak Januari

Serangan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini, sejak awal tahun hingga saat ini menyebabkan tujuh warga meninggal dunia.

ISTIMEWA
ilustrasi nyamuk gigit. Warga Kota Tasikmalaya diminta tak lengah terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Serangan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini, sejak awal tahun hingga saat ini menyebabkan tujuh warga meninggal dunia. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Warga Kota Tasikmalaya diminta tak lengah terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Serangan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini, sejak awal tahun hingga saat ini menyebabkan tujuh warga meninggal dunia.

Total warga yang terserang penyakit DBD hingga Juni ini sebanyak 252 orang.

"Tujuh orang diantaranya meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Rabu (9/6).

Ketujuh korban meninggal, kata Uus, karena saat dibawa ke Puskesmas maupun rumah sakit, dalam kondisi sudah drop.

"Kondisi yang meninggal rata-rata sudah drop. Mungkin dikira terserang panas biasa, padahal mengidap DBD," ujar Uus.

Uus meminta warga jangan lengah. Jika ada keluarga mengalami demam lebih dari tiga hari segera periksakan ke dokter atau Puskesmas.

"Warga juga diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan rumah masing-masing. Jangan biarkan ada tempat nyamuk bersarang," kata Uus.

Lakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Yakni dengan program 3 M, menguras, menutup dan mengubur wadah air.

"Program 3 M hingga kini dinilai sebagai cara ampuh memberantas nyamuk, termasuk aedes aegypti penyebab DBD," ujar Uus. (firman suryaman)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved