Breaking News:

Tol Cisumdawu Segera Selesai, Bandara Kertajati Majalengka Beroperasi Normal Januari 2022

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan Bandara Kertajati akan optimal beroperasi ketika Tol Cisumdawu selesai dibangun.

Tribun Jabar/Eki Yulianto
Gedung Bandara Kertajati ( BIJB) dari sisi depan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB ) atau Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka akan beroperasi normal mulai Januari 2022.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan Bandara Kertajati akan optimal beroperasi ketika Tol Cisumdawu selesai dibangun.

Selain melayani penerbangan reguler, Bandara Kertajati akan berfungsi sebagai embarkasi dan debarkasi penerbangan Umroh dan Haji untuk daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kertajati akan beroperasi Januari tahun depan secara normal, karena jalan tol akan segera selesai,” ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6/2021).

Pemerintah menargetkan Tol Cisumdawu akan terhubung ke Bandara Kertajati pada Desember 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020) (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Menurut Budi Karya, pembangunan Bandara Kertajati adalah salah satu langkah menggerakkan sektor pariwisata.

Baca juga: Suasana Terkini Bandara Kertajati Majalengka di Tengah Pandemi Covid-19, Sepi Seperti di Kuburan

Selain Bandara Kertajati, sejumlah pembangunan dan terobosan lain juga dilakukan Kemenhub untuk mendorong sektor pariwisata.

Di antaranya, membangun infrastruktur transportasi di sejumlah destinasi wisata, seperti Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, dan Bandara Lombok untuk menyambut event Moto GP.

“Kami juga membangun di Bali yang masih menjadi pusat destinasi pariwisata di Indonesia, dengan membangun Pelabuhan di Sanur dan Nusa Penida dan merencanakan membangun Bandara di Bali Utara,” jelas dia.

Pendanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur transportasi tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menggandeng pihak swasta.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved