Jumat, 15 Mei 2026

Pernah Menjabat Rektor Kelima Unpad, Ini Kenangan Prof. Mochtar Kusumaatmadja

Menteri Luar Negeri era orde baru, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja menyisakan duka bagi seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran (Unpad)

Tayang:
Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
Twitter @KSPgoid
Mantan Menlu Mochtar Kusumaatmadja meninggal dunia, Minggu (6/6/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabar meninggalnya mantan Menteri Luar Negeri era orde baru, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, LL.M pada usia 92 tahun,  Minggu (6/6/2021), bukan hanya mengejutkan dan menyisakan duka bagi pihak keluarga maupun kerabat dari almarhum.

Tapi juga seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran (Unpad).

Pasalnya, pria kelahiran Batavia, 17 Februari 1929 tersebut, merupakan sosok yang sangat berjasa bagi Unpad maupun Indonesia. Nama Prof. Mochtar Kusumaatmadja tidak dapat dipisahkan dari perjalanan karier Fakultas Hukum (FH) Unpad, terutama dalam pengembangan pendidikan hukum di Indonesia.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi mengatakan, Prof. Mochtar Kusumaatmadja mengawali karirnya sebagai dosen di FH Unpad sejak tahun 1959, dan menjadi Guru Besar FH Unpad sejak tahun 1970. Pada tahun 1973-1974, Prof. Mochtar pun sempat menjabat sebagai Rektor Unpad Kelima.

Baca juga: KABAR DUKA, Menteri Luar Negeri era Orde Baru Mochtar Kusumaatmadja Meninggal Dunia Tadi Pagi

"Masa jabatannya sebagai Rektor Unpad terbilang singkat, karena Presiden Soeharto pada 1974 mengangkatnya sebagai Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 1974-1978 lalu Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV pada 1978-1988," ujarnya melalui keterangan pers, Minggu (6/6/2021).

Di bidang keilmuannya, Prof. Mochtar merupakan pakar hukum laut dan internasional, salah satu torehan kontribusi terbesar bagi Indonesia adalah gagasannya mengenai Wawasan Nusantara. Berawal dari gagasan batas teritorial laut Indonesia pada 1957 melalui Deklarasi Djuanda.

Konsep Wawasan Nusantara akhirnya diakui konstitusi internasional atas konsistensi perjuangan Prof. Mochtar di tingkat PBB pada 1982. Perjuangan ini dilakukan Prof. Mochtar selama hampir 25 tahun. 

Hingga kini, Wawasan Nusantara tetap menjadi landasan Indonesia dalam menentukan batas teritorial wilayah serta upaya merajut semangat kebangsaan di segenap penjuru negeri dalam menciptakan ketahanan nasional.

Selain menjabat sebagai menteri, Prof. Mochtar Kusumaatmadja pernah menjabat sebagai diplomat. Keahliannya bernegosiasi menjadikan Prof. Mochtar sebagai diplomat ulung. Ia sering mewakili Indonesia pada beberapa konferensi internasional di PBB.

Prof. Mochtar pun pernah memperoleh sejumlah penghargaan bintang tanda jasa, diantaranya Bintang Mahaputra Utama dan Bintang Mahaputra Adipradana.

Dikutip dari buku “Biografi Rektor-rektor Universitas Padjadjaran”, 2019, selama menduduki karier sebagai diplomat, Prof. Mochtar lah yang pertama kali mencetuskan perlunya diplomasi kebudayaan.

Dalam buku biografi para Rektor Unpad tersebut, ditulis Prof. Mochtar menganggap bahwa diplomasi kebudayaan bertujuan untuk mengenalkan citra budaya Indonesia di luar negeri, sehingga terbina pemahaman yang lebih baik tentang masyarakat Indonesia.

Hingga akan terciptanya kerjasama pembangunan Indonesia lewat hubungan pariwisata, penanaman modal, dan ekspor non-migas.

Baca juga: Rektor Unpad Sekarang Ternyata Dosbing Skripsi Annisa Pohan, Istri AHY Kenang Masa Lalunya

Dandi menuturkan, dimata para kolega, mendiang Prof. Mochtar sosok yang sangat luar biasa dan memiliki ide-ide cemerlang yang tidak terpikirkan sebelumnya. Bahkan,

sebagai bentuk implementasi atas pemikiran almarhum Prof. Mochtar Kusumaatmadja, Unpad pernah memberikan Anugerah Mochtar Kusumaatmadja kepada akademisi yang berkiprah di bidang hukum internasional pada tahun 2017 silam. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved