Kematian Pasien Covid-19 Melonjak, Petugas Pemulasaran di Rumah Sakit Ini Bikin Peti Mati Sendiri
Kematian pasien Covid-19 yang melonjak membuat petugas pamulasaran jenazah terpaksa buat peti mati sendiri
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Melonjaknya pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya dalam dua hari ini, membuat sibuk petugas pemulasaraan jenazah.
Stok peti jenazah yang terbatas misalnya, membuat petugas pemulasaraan berinisiatif membuat sendiri peti.
"Semalaman kami tidak tidur untuk membuat peti jenazah. Pengadaan peti memang kami bikin sendiri agar mudah," kata Dona, salah seorang petugas jenazah, Minggu (6/6).
Baca juga: 5 Pasien Covid-19 yang Dirawat di RSU Kota Tasik Meninggal dalam Dua Hari, Petugas Sempat Kewalahan
Lima pasien Covid-19 yang dirawat di RSU dr Soekardjo meninggal dunia, Sabtu (5/6) malam hingga Minggu (6/6) pagi.
Dua orang meninggal Sabtu malam dan tiga lainnya meninggal dunia Minggu dini hari hingga pagi.
"Kami kerjakan pembuatan peti mati semalaman, dengan menggunakan bahan standar yakni multiplek," kata Dona.
Baca juga: Alat Dent-In Karya ITB Ini Mampu Cegah Penyebaran Covid-19, Perawatan dan Pengobatan Gigi Lebih Aman
Pembuatan satu peti mati tergolong cepat, karena tidak harus memperhatikan.segi estetika.
"Yang penting ukurannya sesuai dan setiap sambungan benar-benar rapat, tidak ada celah sedikit pun," ujar Dona.
Jasad pasien Covid-19 sendiri sebelum dimasukkan ke dalam peti mati, dibungkus dulu dengan plastik serta disemprot disinfektan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/petugas-pamulasaran-jenazah-di-tasik-terpaksa-buat-peti-mati.jpg)