Minggu, 19 April 2026

Bangunan Sekolah Ambruk Menimpa Mobil, Disdikbud Subang : Ruang Perpustakaan Bukan Prioritas

Tatang mengungkap, dirinya sudah menganggarkan rehab beberapa gedung sejak sejak tahun 2020, namun terhalang refocusing.

Penulis: Irvan Maulana | Editor: Seli Andina Miranti
bagian sekolah yang ambrol timpa bagian belakang mobil 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNJABAR.ID, SUBANG - Menanggapi peristiwa ambruknya gedung sekolah dasar di Soklat Kabupaten Subang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Tatang Komara mengaku banyak gedung sekolah yang membutuhkan rehab, namun anggaran rehab gedung sekolah sejak 2020 lalu yang sudah dianggarkan juga di refocusing untuk penanganan COVID-19 di wilayah Kabupaten Subang.

Seperti diketahui sebelumnya, Bangunan Komplek SDN Soklat Kabupaten Subang ambruk menimpa mobil milik warga pada Rabu (2/6/2021), atas adanya peristiwa tersebut pemilik mobil melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian untuk meminta ganti rugi kepada pihak sekolah.

Baca juga: Ada Warga Sekitar Sekolah Positif Covid-19, PTM di 7 SD dan 3 SMP di Daerah Ini Berhenti Sementara

"Kami masih menunggu hasil kajian dari tim kami yang datang ke lokasi, sejak kemarin kami sudah perintahkan," ujar Tatang ketika diwawancara Tribun usai rapat di Gedung DPRD Kabupaten Subang, Jumat (4/6/2021).

Tatang mengungkap, dirinya sudah menganggarkan rehab beberapa gedung sejak sejak tahun 2020, namun terhalang oleh refocusing.

"Saya kira pemerintah lebih mengedepankan kesehatan masyarakat, memang betul pada saat yang bersamaan gedung sekolah itu menjadi penting. Tapi pada saat yang bersamaan nyawa manusia itu lebih prioritas," kata dia.

Sebelumnya menurut laporan pihak sekolah pada pihak kepolisian Polsek Subang Kota, Kepala Sekolah sudah mengajukan sebanyak tiga kali proposal rehab terhadap gedung Komplek SDN Soklat tersebut, namun hingga ambruknya gedung tersebut proposal belum juga ditanggapi.

Tatang mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti ajuan proposal dari pihak sekolah.

"Kami akan periksa ajuannya seperti apa, sesuai aturan atau tidak, karena yang sata tahu gedung yang ambruk itu perpustakaan, justru saat ini yang jadi prioritas dalam pembangunan adalag ruang kelas bukan perpustakaan," imbuhnya.

Baca juga: Disdik Jabar Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Juli, Pelaksanaan Tergantung Sekolah

Selanjutnya Tatang berpesan bahwa menjelang tahun ajaran baru yang rencananya akan dilakukan belajar tatap muka, ia menginginkan pihak sekolah betul-betul siap.

"Saya harap pihak sekolah bersama komite dan wali murid juga harus siap, artinya ketika sudah dimulai tatap muka bukan hanya proses belajar tapi betul-betul siap melaksanakan protokol kesehatan baik disekolah maupun diluar sekolah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved