Inspirasi dari Ngopi, Gelas Bambu Karya Pemuda Sukabumi Ini Terjual hingga ke Singapura dan Jerman
Diketahui, ia menjual karyanya ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp 350 ribu tergantung model.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Doni Sutiandi (21) pemuda asal Kampung Pasir Talaga RT 03 RW 05, Desa Cicadas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil mengharumkan nama kampungnya dengan kerajinan gelas bambu.
Ia berhasil menjual karya gelas bambu dan sejumlah perabotan lain dari bambu hingga ke pasar internasional. Di antaranya terjual hingga ke Singapura dan Jerman.
Doni mengatakan, awal mula ia membuat gelas bambu dari kebingungannya mencari gelas untuk ngopi di tempat wisata karena tak ada gelas. Karyanya ini ia beri nama Donbamboo Craft.
Baca juga: Rutin Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Dapatkan 5 Manfaat ini, Tingkatkan Stamina hingga Pelepas Stres
"Awalnya iseng pas lagi di tempat wisata Talaga Bodas, saya kan yang ngurus-ngurus dan tempat wisatanya jauh dari pemukiman, saya waktu itu bawa kopi (di kantong) tapi gak ada gelasnya, tanpa sengaja saya kepikiran tebang bambu untuk tempat kopi, sambil ngopi saya kepikiran gimana caranya bambu dijadikan gelas terus dipakai pegangan," ujarnya via pesan singkat, Sabtu (29/5/2021).
"Terus saya coba bikin di rumah 3 gelas dengan alat sederhana pakai pisau raut dari hasil minjam sama hampelasnya, terus saya upload di media sosial banyak yang nanyain harga, tahu responnya bagus akhirnya saya bertahap beli alat dan membuat untuk menjualnya," terangnya.
Dari menggunakan alat manual, saat ini Doni beralih menggunakan mesin. Ia membeli mesin berupa gurinda dari hasil nabung dan merakit mesin sendiri yaitu mesin bubut.
Diketahui, ia menjual karyanya ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp 350 ribu tergantung model.
Baca juga: Baru Keluar dari Penjara, Spesialis Curansong Ini Curi Mesin kopi Libatkan Adiknya saat Lebaran
"Harganya tergantung model, ada yang 20 ribu sampai 350 ribu. Pemasaran alhamdulillah sudah sampai Jerman dan Singapura kalau luar negeri, kalau di Indonesia alhamdulilah sudah hampir semua daerah mulai dari Aceh, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Jawa, cuman Papua yang belum masuk," jelasnya.
Untuk penjualan, saat ini ia mengandalkan media sosial Facebook, YouTube dan aplikasi penjualan online lainnya dengan nama Donbamboocraft.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/karya-gelas-bambu-dan-sejumlah-perabotan-lain-dari-bambu.jpg)