Jumat, 10 April 2026

Heboh SMS BMKG Soal Peringatan Gempa Bumi dan Tsunami, Roy Suryo: Mirip-mirip 'Kebocoran Data'

Pakar telematika Roy Suryo angkat bicara terkait tersebarnya SMS BMKG yang berisi peringatan gempa bumi magnitudo 8,5 dan tsunami.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: taufik ismail
Istimewa dan Tribunnews.com
Pakar telematika Roy Suryo angkat bicara terkait tersebarnya SMS BMKG yang berisi peringatan gempa bumi magnitudo 8,5 dan tsunami. 

TRIBUNJABAR.ID - Pakar telematika Roy Suryo angkat bicara terkait tersebarnya SMS BMKG yang berisi peringatan gempa bumi magnitudo 8,5 dan tsunami.

Sebelumya, SMS yang berisi peringatan gempa bumi dan tsunami itu diterima oleh sejumlah orang.

Tak lama kemudian, KominfoBMKG mengirimkan SMS lagi, bahwa SMS sebelumnya mengenai peringatan gempa itu adalah kesalahan sistem pengiriman.

BMKG pun trending di media sosial Twitter.

Banyak warganet yang mengunggah tangkapan layar SMS tersebut.

Tersebar SMS BMKG Peringatan Gempa Bumi M 8,5 dan Tsunami, Trending di Medsos, Begini Penjelasannya
Tersebar SMS BMKG Peringatan Gempa Bumi M 8,5 dan Tsunami, Trending di Medsos, Begini Penjelasannya (Istimewa)

Menurut Roy Suryo, seharusnya kesalahan terkirimnya SMS itu tak pernah terjadi.

"Seharusnya "kecelakaan" Pengiriman Testing Pesan Singkat / SMS-Test semacam ini tdk boleh terjadi," tulis Roy Surya melalui cuitan di akun Twitter-nya, @KRMTRoySuryo2.

Baca juga: Tersebar SMS BMKG Peringatan Gempa Bumi M 8,5 dan Tsunami, Trending di Medsos, Begini Penjelasannya

Lebih lanjut, pria yang pernah menjadi Menpora itu menulis, tersebarnya SMS itu bisa membuat kegaduhan di masyarakat.

Ia pun meminta Kominfo dan BSSN melakukan audit ulang sistem di BMKG.

"Dampaknya akan bisa membuat kegaduhan di Masyarakat, bahkan hal2 lain yg tdk perlu.
Sebaiknya Kominfo & BSSN melakukan Audit ulang sistem di BMKG, karena ini mirip2 "Kebocoran Data"," tulis Roy Suryo.

BMKG Sudah Klarifikasi

Diberitakan sebelumnya, BMKG sudah mengklarifikasi SMS blast perkiraan gempa magnitudo 8,5 tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Pasalnya, telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami melalui kanal SMS.

Selanjutnya, BMKG dan Kominfo telah merespons kesalahan itu dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran/kanal komunikasi yang sama, SMS BMKG-Kominfo.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved