Ini Kisah Lelaki Tertipu Prostitusi Online, Sudah Booking Hotel dan Bayar Tarif Kencan 1,2 Juta
Sejumlah lelaki ini mengaku pernah tertipu prostitusi online dengan cara membayar booking hotel dan tarif kencan
Penulis: Irvan Maulana | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Bongkar kasus penipuan berkedok prostitusi online, alih-alih mencari ingin memuaskan hawa nafsu dengan mencari teman wanita dengan aplikasi online, ternyata tak jarang para pria hidung belang pun tertipu oleh modus booking online.
Sebut saja Alan (30) nama samaran, ia salah satu pria hidung belang yang ditemui Tribun di salah satu vila di kawasan wisata Ciater Kabupaten Subang, Selasa (25/5/2021) dini hari.
Alan meski sudah mahir mencari teman kencan lewat aplikasi online Me chat juga pernah tertipu dengan modus booking room.
Baca juga: Janda Muda asal Bandung yang Terjebak Prostitusi Online: Sempat Ingin Berhenti, tapi Anak Butuh Susu
"Biasanya mereka yang minta kita untuk nyamperin ke lokasi," ujar Alan kepada Tribun.
Alan lalu menunjukan beberapa tangkap layar hasil chatting di aplikasi me chat yang menunjukan pola penipuan yang sama.
"Nanti setelah tawar menawar harga, misalnya sudah deal, dia akan kirim kita lokasi dengan tempat hotel tujuan, disitu kemudian dia kasih kita kode booking hotel yang dibayar melalui kasir mini market," Katanya.
Kode yang ditunjukan Alan kode booking hotel yang melalui e-commerce SPPE8LGE867SY kode tersebut harus dibayar melalui kasir minimarket seharga sewa kamar.
"Itu jumlahnya sekitar Rp 425 ribu, kita nanti bayar terus disuruh menyimpan struk nya lalu diberikan kepada resepsionis hotel," kata dia.
Setelah, di hotel tujuan, Alan menunggu seorang wanita pesanannya, namun.
Teman kencan tersebut tak juga datang.
"Baru sekitar 30 menitan dia aktif lalu, terus diminta transfer ke rekening, kali ini transfer sesuai tarif yang ditawarkan, saya sepakat Rp 400 ribu ya di transfer," imbuhnya.
Baca juga: Pemandu Karaoke yang Terjun ke Prostitusi Online di Kawasan Wisata, Pernah Layani Tetangga
Setelah uang tersebut di transfer si teman kencan yang sebelumnya chattingan dengan Alan lalu memblokir kontak alan di aplikasi me chat tersebut.
"Mereka gak akan pernah mau ngasih kontak Whatsapp, dulu pas sudah di transfer di me chat saya langsung di blokir," kata Alan.
Bahkan dijelaskan Alan, ada yang lebih parah dari itu, ia sempat mendengar cerita kawannya yang juga mengalami hal serupa, namun nasib kawannya lebih parah.
"Dulu teman saya gak sekali transfer, dari mulai booking hotel Rp 500 ribuan, terus transfer ke cewek nya tarif kencan Rp 1,2 juta. Lalu transfer saldo Gopay, katanya si cewek itu mau pakai ojeg online, pas semua sudah dibayar ternyata di blokir dan mungkin juga bukan cuma teman saya, tapi sudah banyam yang begitu," paparnya.
Alan memperjelas bahwa akun penipu sudah terlihat dari sisi foto propil aplikasi me chat.
"Jadi begini, biasanya akun mereka tidak satu, kita tinggal lihat dalam jarak yang sama, ada foto profil yang sama tapi dua nama yang berbeda, itu salah satu contohnya. Atau bahkan dengan paras yang cantik tapi menawarkan diri dengan harga dibawah satu juta itu sudah tanda-tanda penipu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menyikasi-kasus-prostitusi-online.jpg)