Ganjar Pranowo Dibilang Petinggi PDIP Keminter, Hadi: Kalau Deklarasi Capres Baru Kebablasan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebut kebablasan dan keminter. FX Hadi Rudyatmo bilang pakai medsos wajar untuk kerja.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendatangi kediaman seniman gaek Tanto Mendut di Kabupaten Magelang, Rabu (7/4/2021) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tak diundangnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di acara koordinasi paratai seluruh kader PDIP beserta kepala daerah dari PDIP di Jawa Tengah, membuat spekulai hubungan Ganjar dan Puan Maharani sedang memanas.

Dalam acara itu, Puan Maharani juga menyinggung soal pemimpin ideal yang banyak turun ke lapangan, bukan sibuk memainkan media sosial agar namanya melambung.

Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo dalam acara program berita Kompas TV, Senin (24/5/2021), seolah membela Ganjar Pranowo.

Dia tidak yakin Ganjar Pranowo memanfaatkan media sosial hanya semata untuk menongkrak elektabilitas agar bisa masuk bursa capres Pilpres 2024.

Baca juga: Sosok Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng Tak Diundang Acara PDIP, Disebut Terlalu Berambisi Nyapres

"Gubernur 100 persen tak ingin melampaui Ketua Umum (Megawati). Dia menggunakan media sosial untuk kepentingan umum. Memang eranya media sosial. Kalau deklarasi capres baru kelewatan," ujar FX Hadi Rudyatmo.

Dia juga menyarankan kepada Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, untuk menegur Ganjar Pranowo jika sikapnya sudah keterlaluan.

Sebab, PDIP sebagai partai memiliki hak untuk memanggil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sebab, meski gubernur, Ganjar tetaplah petugas partai dan partai yang menjadikan dia sebagai gubernur.

"Kalau dibilang kelewatan, tidak lah. Ini zamannya medsos, dipakai untuk mengontrol diri dan kerja. Kalau dibilang kelewatan yang tinggal dipanggil saja. Hei kamu sudah kelewatan, kerja hanya pencitraan, kan selesai," ujarnya.

Hadi menilai, masalah Ganjar Pranowo dan petinggi PDIP hanya mis komunikasi.

Dia meminta masalah ini diselesaikan melalui mekanisme internal partai.

Ganjar Disebut Keminter

Sementara Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto membenarkan bahwa semua kepala daerah di Jateng dari PDIP diundang, kecuali gubernur.

Ia pun mengungkapkan alasan tidak diundangnya orang nomor satu di Jateng tersebut.

"Tidak diundang! (Ganjar) wis kemajon (kelewatan atau kebablasan). Yen kowe pinter, ojo keminter," kata Bambang dalam pernyataan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (23/5/2021).

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu mengatakan, DPD PDIP Jateng berseberangan dengan sikap Ganjar perihal langkah pencapresan di 2024.

Baca juga: Ganjar Pranowo Tak Diundang PDIP, Dianggap Terlalu Berambisi Nyapres, Dia Kebablasan

Ia menyebut dengan terang-terangan bahwa Ganjar terlalu berambisi maju nyapres sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Baca juga: Singgung Ganjar, Petinggi PDIP Sebut Elektabilitas Tinggi Bukan Jaminan dapat Rekomendasi Megawati

Karena perbedaan itu, Ganjar sebagai Gubernur Jateng tak diundang dalam kegiatan tersebut. Padahal semua kepala daerah dan wakilnya dari partai berlambang kepala banteng itu hadir secara langsung.

Bambang melanjutkan, PDIP Jateng sebenarnya sudah lama memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden, tidak baik.

Menurutnya hal itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum.
Sementara di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos (sudah saya kasih kode, tapi malah tambah kebablasan). Saya di-bully di medsos, ya bully saja. Saya tidak perlu jaga image saya," tegasnya.

Apa yang dikatakan Bambang Pacul itu ditengarai terkait tingginya intensitas Ganjar di media sosial dan media publik terkait pencapresan.

Padahal, hal serupa tidak dilakukan oleh kader PDI Perjuangan lain yang juga berpotensi untuk nyapres.

Bambang mengatakan, kader PDI Perjuangan lain itu bukannya tak bisa melakukan hal yang sama.

Hanya saja mereka tak berani karena belum mendapatkan perintah Ketua Umum.

Ia menuturkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran pemilihan presiden yang sesungguhnya.

Baca juga: Jawaban Ganjar Pranowo Saat Ditanya tentang Bursa Capres 2024: Kalau Gitu Saatnya Putar Balik

Elektabilitas saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan media sosial.

Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.

"Ini bukan teguran, karena ia (Ganjar) merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDI Perjuangan Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri)," ujarnya.

Saat ditanyakan apakah Ganjar sudah menyatakan terang-terangan akan nyapres, Bambang menuturkan Ganjar tidak pernah mengakui ingin maju nyapres.

Namun, sebagai orang politik, pihaknya mengetahui bahwa Ganjar berambisi.

"Kalau dia menjawab, kan tidak mengatakan mau nyapres. Ya kalau bicaranya pada tingkat ranting partai, ya silakan. Tapi kalau dengan orang politik, ya pasti sudah paham arahnya ke mana," katanya.

Arahan Puan

Sementara itu Puan Maharani dalam pidatonya di hadapan kader PDIP se-Jateng memberikan pesan kepada para kader untuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Puan, Jawa Tengah menjadi daerah suara terbanyak PDI Perjuangan. Maka itu, semua kader PDIP di Jateng diingatkan untuk berjuang secara riil.

Apalagi jika kader tersebut saat ini menduduki jabatan sebagai pemimpin, maka perjuangan di lapangan sangat dibutuhkan.

Puan pun membeberkan model pemimpin yang ideal bagi PDI Perjuangan. Yakni pemimpin yang sering dilihat oleh teman-teman seperjuangan dan turut turun bersama dengan para pendukungnya di lapangan, bukan hanya di media sosial.

"Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan, bukan di sosmed (media sosial)," tegas Puan .

Ia menuturkan media sosial memang diperlukan pada era teknologi saat ini. Namun demikian, dalam berjuang tidak hanya berhenti di media sosial.

"Sosmed diperlukan, media perlu. Tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan jika kader PDI Perjuangan yang tampak diam bukan berarti tidak siap dalam menyambut kontestasi pemilu ke depan.

Perempuan yang juga Ketua DPR RI itu mengucapkan kader PDI Perjuangan sangat siap.

Diamnya mereka bukan karena tidak siap, namun mereka mematuhi aturan partai yang mesti tegak lurus dengan perintah ketua umum.

"Kita diam-diam saja kaya ndak siap. Kita Siap! Hanya, kita itu partai yang tegak lurus pada aturan," katanya.

Untuk itu, semestinya semua kader PDI Perjuangan tegak lurus pada perintah yang pada waktunya nanti akan diinstruksikan oleh ketua umum.

"Dan saya yakin bahwa bapak dan ibu ini pasti akan ikut pada arahan yang akan diputuskan pada saatnya nanti," ujarnya.

Ia menambahkan PDI Perjuangan Jateng telah berkali-kali menjadi penentu kemenangan partai dalam kontestasi pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

Dengan dukungan suara PDI Perjuangan Jateng yang besar, maka partai berlambang kepala banteng ini bisa memenangkan kontestasi mengungguli partai politik lain.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua DPD PDIP Jateng Sebut Ganjar Pranowo Terlalu Berambisi untuk Nyapres, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/24/ketua-dpd-pdip-jateng-sebut-ganjar-pranowo-terlalu-berambisi-untuk-nyapres?

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved