Breaking News:

BPJS Kesehatan Jelaskan Aplikasi e-Dabu Kepada PIC Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Bandung

Untuk menunjang layanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa, B

Istimewa
BPJS Kesehatan Jelaskan Aplikasi e-Dabu Kepada PIC Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Bandung 

TRIBUNJABAR.ID - Soreang, Jamkesnews – Untuk menunjang layanan administrasi Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa, BPJS Kesehatan telah mengembangkan aplikasi e-Dabu KP Desa. Agar aplikasi ini bisa dimanfaatkan dengan optimal, BPJS Kesehatan Cabang Soreang melaksanakan sosialisasi kepada PIC kepesertaan Kepala Desa dan Perangkat Desa di wilayah Kabupaten Bandung secara online, Senin (17/05).

Melalui aplikasi ini, Person In Charge (PIC) dapat melakukan pendaftaran baru peserta bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa, pengalihan status peserta, penambahan anggota keluarga, serta pencetakan kartu KIS.

Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Soreang, Rani Mardiani mengatakan pengelolaan kepesertaan JKN-KIS bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa dilakukan secara kolektif oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota setempat melalui Perangkat Daerah sebagai penanggung jawab administrasi kepesertaan. Ia menuturkan aplikasi e-Dabu KP Desa ini merupakan alat bantu bagi PIC agar tidak perlu lagi melakukan pengurusan JKN-KIS dengan mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Soreang.

“Perlu diketahui bahwa ada update pada aplikasi e-Dabu. Jika selama ini kepesertaan Kepala Desa dan Perangkat Desa harus diurus dengan datang ke kantor BPJS Kesehatan, maka saat ini hal tersebut tidak diperlukan lagi. BPJS Kesehatan telah berikan hak akses bagi seluruh PIC Desa untuk dapat mengelola kepesertaan JKN-KIS dari aplikasi e-Dabu,” kata Rani.

Menurutnya aplikasi ini akan sangat membantu PIC karena bisa melakukan olah data secara mandiri. Selain itu karena tidak perlu ke kantor BPJS Kesehatan maka akan menghemat waktu, tenaga dan juga biaya. Demi memastikan aplikasi e-Dabu KP Desa bisa dipahami dengan baik, dalam sosialisasi ini, PIC tidak hanya diberikan materi terkait regulasi dan mekanisme penggunaannya, melainkan juga diberikan kesempatan untuk mencoba seluruh fiturnya.

"Kami harap ke depannya PIC secara aktif mengelola kepesertaan Kepala Desa dan perangkatnya melalui aplikasi e-Dabu. Selain itu, kami mohon PIC secara rutin melakukan pengecekan data untuk memastikan data yang disampaikan merupakan data yang ter-update termasuk seluruh anggota keluarga juga wajib didaftarkan," tambahnya. 

Rani berharap kegiatan yang dilaksanakan secara video conference ini tetap efektif dan kedepannya PIC tidak menemukan kendala yang berarti dalam pengoperasian aplikasi e-Dabu KP Desa ini.

Salah satu peserta sosialisasi, Amelya Berliani mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat berguna dalam menunjang kegiatan bekerjanya selaku PIC KP Desa.

“Kegiatan ini sangat berarti bagi saya pribadi, karena dapat membantu saya dalam melaksanakan tugas. Semoga implementasi aplikasi e-Dabu KP Desa ini nantinya bisa berjalan dengan lancar dan bisa dimanfaatkan dengan optimal,” imbuhnya. (BS/HS)

Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved