Uang Palsu Rp 11,5 Miliar Siap Beredar di Indramayu, Ada Dolar Juga, Beruntung Polisi Lebih Cepat

Jajaran Polres Indramayu berhasil membongkar sindikat pengedar uang palsu. Jika di rupiahkan bernila Rp 1,5 miliar.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Uang palsu yang berhasil diamankan Polres Indramayu saat ditunjukkan dalam konferensi pers di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Jajaran Polres Indramayu berhasil membongkar sindikat pengedar uang palsu.

Tidak tanggung-tanggung, jika di rupiahkan uang palsu yang berhasil diamankan senilai Rp 11,5 miliar.

Uang palsu tersebut terdiri atas pecahan Rp 100 ribu. Beberapa di antaranya masih dalam bentuk cetakan atau belum dipotong sebanyak 55 lembar.

Tidak hanya uang palsu dalam bentuk rupiah, polisi juga mengamankan 49 lembar mata uang Kanada belum dipotong, 29 bundel mata uang dolar Amerika, dan satu bundel mata uang dolar Singapura.

"Kita juga mengamankan uang tunai Rp 1,1 juta hasil penjualan uang palsu," ujar Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang, didampingi Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021).

AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan, ada empat orang yang diamankan polisi dari sindikat pengedar uang palsu tersebut.

Mereka adalah CAR (52), warga Kecamatan Lelea, dan SAM (42), warga Kecamatan Lohbener. Keduanya bertindak sebagai pengedar.

Dua tersangka lainnya berperan sebagai pencetak uang palsu.

Baca juga: BREAKING NEWS Polisi Tangkap 9 Terduga Pengganda Uang di Kuningan, Barang Bukti Sekoper Uang Palsu

Mereka yaitu GUF (45) warga Kecamatan Bongas, dan IM (46) warga Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur.

Keempat tersangka ditangkap di wilayah Desa Jayalaksana, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, pada 20 Mei 2021.

"Kita juga mengamankan satu unit mobil, satu unit motor, satu unit alat penghitung uang, dan tiga unit gadget," ujar dia.

Hasil penyelidikan sementara, para tersangka mencetak uang palsu itu untuk keuntungan pribadi dengan modus ritual penggandaan uang.

Baca juga: Istri Ketiga Ustaz Uje Bukan Oki, Namun Umi Pipik Tetap Bungkam dan Memilih Fokus Hal Ini

Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan Pasal 244 KUHP, Pasal 36 UU RI Nomor 7 Tahun 2011, dan Pasal 37 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana penjara paling lama seumur hidup dan pidana denda sebanyak Rp 100 miliar," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved