Breaking News:

Dugaan Aliran Sesat di Cianjur, Sembilan Warga Dibina dan Dituntun untuk Ucap Dua Kalimat Syahadat

Sembilan orang warga Desa Bojong yang diduga menganut aliran sesat dibina untuk bertaubat dan kembali ke ajaran Islam yang baik dan benar

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Seli Andina Miranti

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak sembilan orang warga Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, yang diduga menganut aliran sesat dibina untuk bertaubat dan kembali ke ajaran Islam yang baik dan benar.

Pembinaan dilakukan MUI dan pihak Pemdes Bojong di Musala Desa Bojong, dengan mengucap dua kalimat syahadat, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Kades di Cianjur Telusuri Dugaan Kelompok Aliran Sesat, Rambut Harus Dicat Merah, Tak Wajibkan Salat

Kepala Desa Bojong, Uyeng Handoko, mengatakan bahwa sembilan warganya tersebut dituntun mengucapkan deklarasi agar tak kembali ke ajaran sesat dengan menandatangani perjanjian hitam di atas putih serta dipandu untuk mengucap dua kalimat syahadat.

"Kami menyikapi hal ini secara kekeluargaan, yang terindikasi langsung ada 9 orang, tapi ada sebagian keluarga jadi kami khawatirkan 17 orang yang masih keluarga ikut," katanya.

Kades bersyukur warga yang dibina mau mengikuti arahan dari MUI dan pemdes Bojong Kecamatan Karangtengah.

Baca juga: Diduga Aliran Sesat di Cianjur, Rambut Dicat Merah dan Hanya Mengenakan Celana, Salat Tak Wajib

"Kami tak bisa menyimpulkan ini aliran apa hanya yang jelas ada indikasi, tugas kami untuk melakukan pencegahan dan pembinaan agar tak menyebar."

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved